Reaktif? Jangan Panik Tapi Tetap Isolasi Mandiri

  • Whatsapp

Dari hasil rapid test, masyarakat yang reaktif jangan panik, mereka belum tentu terjangkit Covid-19 ujar Sekretaris Dinkes drg. Chanifah Listyarini.

CIMAHI, MEDIA3.ID – Bagi masyarakat yang dinyatakan reaktif Covid-19 diminta untuk tidak panik.

Karena rapid test, belum bisa dinyatakan positif terpapar virus Corona tersebut karena harus melalui swab test atau tes usap.

Hasil rapid tes acak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi terhadap 355, ada 22 orang yang reaktif.
Mereka langsung diswab dan wajib menjalani isolasi mandiri.

Meski mereka dinyatakan reaktif, namun belum tentu positif terpapar Covid-19. Mereka langsung dilakukan swab test atau tes usap untuk memastikan paparan virus yang disebut berasal dari Wuhan, China itu.

Pemahaman itu diberikan kepada semua peserta rapid. Khususnya yang reaktif.

Seperti yang diucapkan oleh Sekretaris Dinkes drg. Chanifah Listyarini.

Bila dari hasil dari rapid test, dinyatakan reaktif, “Pasti kita langsung lakukan pemeriksaan secara diswab semuanya, dan mereka harus di Isolasi mandiri sampai hasilnya keluar,” terang Rini nama panggilan sehari-harinya.

Masyarakat Kelurahan Cibeureum sedang diperiksa rapid test

Misalkan khusus rapid test di Kelurahan Cibeureum, ini merupakan pemeriksaan lanjutan dari rapid test sebelumnya. Dimana ada 21 orang yang reaktif dan sudah dilakukan swab test.

“Ternyata hasilnya hanya ada 4 orang yang positif Covid-19. Sementara sisanya dinyatakan negatif, sehingga bisa melaksanakan aktivitas kembali,” terang Rini kembali.

“Juga dari masa inkubasinya juga sudah lewat, kalau yang hasilnya negatif boleh beraktivitas lagi,” katanya.

Dari hasil rapid test ini, kata Rini, juga merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat (Gema) Jawa Barat untuk melawan Covid-19.

Selain rapid test, pihaknya juga menekankan kepada masyarakat untuk menerapkan pola 4M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga imun tubuh.

“Penggunaan 4M itu mutlak harus dilakukan untuk mencegah paparan virusnya,” tandasnya.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *