Polres Banjar Bantu Perluas Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk Driver Ojol

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id — Bekerja di jalan raya membuat pengemudi ojek online (ojol) menghadapi berbagai risiko setiap hari. Kondisi tersebut mendorong Polres Banjar bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Kantor Pos Indonesia Kota Banjar memperluas akses perlindungan jaminan sosial bagi para driver ojol.

 

Read More

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan perlindungan ketika terjadi risiko dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga mendorong para pengemudi agar semakin memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

 

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan, pihaknya akan membantu memfasilitasi proses pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi para pengemudi ojol di Kota Banjar.

 

“Secara keseluruhan untuk komunitas ojol di Kota Banjar akan kita fasilitasi, kita bantu untuk mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Didi.

 

Menurutnya, pendaftaran akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan para ketua komunitas ojol. Data para pengemudi nantinya akan dihimpun dan disampaikan kepada BPJS Ketenagakerjaan serta Kantor Pos Indonesia Kota Banjar.

 

Secara simbolis, program tersebut telah diberikan kepada lima driver. Namun, cakupan program diharapkan dapat diperluas sehingga seluruh pengemudi ojol di Kota Banjar memperoleh kesempatan mendapatkan perlindungan.

 

“Insya Allah semua akan kita bantu. Nanti kita akan mintakan datanya kepada teman-teman ojol, terutama ketuanya,” katanya.

 

Didi juga mengingatkan para pengemudi ojol agar tidak mengabaikan keselamatan ketika menjalankan aktivitas. Menurutnya, para driver memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban lalu lintas karena hampir setiap hari beraktivitas di jalan raya.

 

Ia mengajak para pengemudi untuk turut menjaga keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Banjar.

 

Sementara itu, Ketua Koordinator Ojol Wilayah Kota Banjar, Nia Kania, menyambut positif program tersebut. Ia menilai perlindungan jaminan sosial sangat berarti bagi pengemudi karena pekerjaan ojol memiliki risiko yang cukup tinggi.

 

“Sangat bermanfaat sekali, terutama kami yang pekerjaannya mengandung risiko yang sangat besar. Sangat membantu sekali,” kata Nia.

 

Nia menyebutkan, saat ini sosialisasi program masih dilakukan secara bertahap. Dari perkiraan jumlah keseluruhan driver ojol roda dua di Kota Banjar, baru sekitar 30 persen yang telah mendaftar.

 

Di Kota Banjar, terdapat enam komunitas ojol serta sekitar 150 pengemudi yang tidak tergabung dalam komunitas atau dikenal sebagai single fighter. Secara keseluruhan, jumlah driver ojol roda dua diperkirakan mencapai sekitar 300 hingga 350 orang.

 

Nia berharap sosialisasi dapat menjangkau seluruh pengemudi sehingga semakin banyak driver yang memiliki perlindungan jaminan sosial.

 

“Insya Allah akan disampaikan ke rekan-rekan ketua komunitas masing-masing,” ujarnya.

 

Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja sektor informal sekaligus membangun budaya keselamatan di kalangan pengemudi ojol Kota Banjar.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *