Dinkes Cimahi Komitmen Tangani Pasien Keracunan Nasi Box Saat Reses Anggota Dewan

  • Whatsapp

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati, pasien keracunan nasi box acara Reses dewan tinggal 1 orang yang sedang dirawat

CIMAHI, Media3.id – Terkait masalah warga Kota Cimahi yang keracunan makanan nasi box saat ikut reses anggota DPRD Kota Cimahi, Edi Sofyan, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi DR Mulyati, S. Kep Ners, Mkes, bahwa pasien yang keracunan makanan yang masih dirawat hanya menyisakan satu orang, sedangkan sisanya sudah dipulangkan karena sudah dinyatakan sembuh.

Read More

“Pasien yang dirawat hanya menyisakan 1 orang di ICU, memiliki penyakit penyerta. Mudah-mudahan segera sembuh. Kita fokus menangani para pasien,” kata Mulyati.

Sebelumnya, pihaknya mencatat ada 364 warga yang mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan yang dibawa dari sebuah kegiatan yang dihadiri salah satu anggota DPRD Kota Cimahi. Jumlah tersebut melebihi jumlah peserta yang diundang, yakni sekitar 335 orang.

“Untuk yang hadir kan ada 350 orang, tapi karena ada satu nasi box dimakan ramai-ramai berempat atau satu keluarga, jadi semuanya masuk ke RSUD Cibabat,” ucapnya kembali.

Selain itu, sambung dia, ada juga pasien yang sebelumnya hanya menjalani rawat jalan harus rawat inap karena kembali merasakan gejala mual, muntah, dan diare setelah mereka pulang ke rumahnya masing-masing.

“Awalnya ada yang sudah masuk IGD rawat jalan, terus diperbolehkan pulang oleh dokter. Tapi setelah pulang ke rumahnya dia merasakan diare yang hebat, sehingga jumlah pasiennya terus bertambah dan lebih banyak,” terangnya kembali.

Ia mengatakan, seluruh biaya pasien keracunan yang dirawat di rumah sakit akan ditanggung dari APBD Kota Cimahi. Pihaknya saat ini sudah membentuk tim untuk melakukan verifikasi.

Ratusan warga tersebut mengalami keracunan karena dua jenis makanan yang ada di dalam nasi box tersebut dipastikan mengandung bakteri setelah sampelnya dilakukan uji laboratorium di Labkesda Jabar.

Pemeriksaan sampel makanan tersebut meliputi, nasi putih, telur balado, sambal, perkedel jagung, ayam suwir, ikan tuna isian panada, ayam isian burger, salada bokor, capcay, termasuk pemeriksaan teh botol dan sampel air.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi, telur balado mengandung bakteri Staphylococcus Aureus dan perkedel jagung mengandung bakteri Salmonella,” tutup Mulyati.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *