“Saya bangga Sadesha melebihi target dari 5.312 menjadi 6.000 penghafal Qur’an,” ujarnya.
Adapun 2.000 penghafal Al-Qur’an yang diwisuda hari ini berasal dari desa di sejumlah kabupaten di Jabar. Mereka telah mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurra Wal Huffadz (JQH) Nahdlatul Ulama Provinsi Jabar.
Para penghafal Al-Qur’an tersebut akan menjadi delegasi ke tiap-tiap desa yang ada di Jabar. Tujuannya untuk syiar Al-Qur’an, melatih dan membimbing masyarakat agar lebih banyak lagi penghafal Al-Qur’an.
“Saya titip teruslah dakwah lahirkan hafiz anak muda, ajari anak desa cinta Qur’an sejak usia dini,” pesan Kang Emil.
Ia mengatakan, tujuan Sadesha selain untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an, juga memberikan pemahaman tentang Al-Qur’an yang komprehensif, pemahaman agama, dan menangkal radikalisme.
‘Tujuan utamanya hanya satu mencari rida Allah,” ucap Kang Emil.
Selain itu, sesuai dengan visi Jabar Juara Lahir Batin tak hanya infrastruktur saja yang dibangun, tetapi juga seimbang dengan pembangunan spiritualitas warganya.
“Kita ingin Jabar seimbang lahir batinnya, jembatan, jalan dibangun, tapi urusan rohani juga kita perhatikan,” sebut Kang Emil.
Pada wisuda Sadesha hari ini seorang hafiz bernama Rifat Al Banna mendapat undangan untuk berdakwah di Amerika Serikat akhir Agustus ini. Ada pula hafiz tunanetra, yang menegaskan bahwa program ini bisa untuk semua kalangan.






