Bandung, Media3.id – DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jabar sudah membahas RAPBD, hal itu diharapkan bisa menuntaskan berbagai persoalan yang muncul, termasuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak.
Komitmen Pemprov Jabar untuk menjadikan kondisi lebih baik terungkap dalam rancangan pos belanja.
Sejalan dengan itu, antisipasi untuk mencegah PMK harus disiapkan.
Demikian disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira belum lama ini.
Antisipasi adanya PMK di tahun mendatang, bisa disiapkan pos belanja Bantuan Tidak Terduga (BTT).
“Dalam pos BTT 2023, alokasi anggaran secara keseluruhan mencapai Rp400 milyar,” kata dia.
Didasari pertimbangan PMK menganggu stabilitas perekonomian, maka sebagai langkah antisipasi bisa menggunakan pos BTT.
Ketersediaan pos belanja di BTT untuk mencegah PMK diharapkan bisa disinergikan dengan program yang ada di DKPP Jabar.
Dari evaluasi rutin atas program di masing-masing OPD, DKPP Jabar sudah ada pos kegiatan,yakni program pengendalian kesehatan hewan.
“Dengan adanya program itu, sasarannya sebaiknya difokuskan pada penyelesaian PMK,” kata dia.
Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.
Kang Emil sapaan Ridwan Kamil memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.
“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.
“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.
Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.
“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.






