Keluar Sekolah Bisa Usaha SMA 2 Cimahi Gelar Pasar Seni

  • Whatsapp

CIMAHI (Jawa Barat), media3.id – Untuk membina siswa/siswi didik berkreatif, inovatif dan mampu mengembangkan bakatnya, disaat keluar sekolah mampu hidup mandiri, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 yang berlokasi di Jalan Sriwijaya IX No.45A, Setiamanah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, menggelar Pasar Seni dan pameran karya-karya dari tangan terampil siswa-siswinya itu sendiri. Kamis (20/1/2022).

Hal itu dibenarkan, oleh Asisten Pemerintahan Kota Cimahi Maria Fitriana yang akrab dipanggil Pipit untuk mewakili Plt Walikota Cimahi Ngatiyana yang berhalangan hadir dalam peresmian Pameran Pasar Seni tersebut, saat dikonfirmasi usai acara. Menurutnya, digelar Pasar Seni dan Pameran Karya-karya Tangan terampil Anak SMAN 2 tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat siswa-siswi dalam berwirausaha,

Read More

“Berwirausaha itu sangat bagus, kelak mereka lulus dari SMAN 2 ini, mereka mampu untuk berwirausaha sendiri, hidup mandiri dan mampu menjadi pengusaha,” ujar Fitri.

Disamping itu, pagelaran pameran dan pasar seni itu untuk meningkatkan sumber daya manusia,

“Awalnya dari sekolah yang menjadi harapan kita kedepan, karena anak-anak ini telah membuktikan kemampuannya dalam membuat karya seni, yang dapat punya nilai jual kedepannya,” tukas Fitri.

“Apabila anak-anak, kata Fitri kembali, diberikan kesempatan untuk mengkreasikan atau memunculkan potensi-potensi yang mereka miliki, maka kemudian muncul banyak hal yang tidak terduga dari apa yang sudah kita fikirkan sebelumnya,” cetus dia.

Fitripun mengakui, bahwa pameran dan pasar seni yang digelar oleh SMA 2 Cimahi merupakan suatu ajang yang luar biasa dan mampu mendukung kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Sekolah SMA 2 Kota Cimahi Dodi Sularto Oasar Seni dan Pameran ini untuk mendidik jiwa kewirausahaan para anak didiknya.

“Kualitas SDM khususnya bagi anak-anak kita, yaitu anak-anak SMA 2 agar kedepannya menjadi anak-anak yang berkualitas,” imbuhnya.

Begitupula Fitri saat disinggung dari hasil karya siswa-siswi SMA 2 tersebut apakah akan dikerjasamakan dengan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM), menurut Fitri kembali kemungkinan kedepannya akan dikerjasamakan dengan UMKM,

“Kedepannya mungkin bisa dikerjasamakan dengan UMKM seperti itu, karena saya melihat ada fisio, kemudian ada sabun yang dapat diproduksi dengan baik dan hal ini bisa dicombaint (kombinasi) dengan teman-teman dari Cipageran, karena mengunakan susu, untuk fisionya bisa digunakan dengan yang lainnya,” terang Fitri.

“Hanya saja perlu penanganan dari Dinas Kesehatan dan ijin-ijin agar dapat memproduksi lebih banyak lagi,” Tandasnya.

Begitu pula menurut Kepala Sekolah SMA 2 Dodi Sularto, walaupun masih dalam pandemic covid-19, namun landai, pagelaran Pasar Seni yang digelar tersebut tetap digelar,

“Namun ini merupakan tantangan dalam masa pandemi covid-19 yang berkepanjangan, sebelum pandemi kita sudah merencanakan proses pembelajaran yang cocok di sekolah ini,” cetus Dodi.

Dalam pembelajaran secara daring lanjut Dodi, bahwa materi pembelajarannya yang diberikan kepada siswa-siswi nya ada 9 tema,

“Sedangkan yang diterima oleh anak ada 8 tema, jadi tema yang dipilih tersebut adalah tema yang disukai oleh anak-anak,” unar Dodi.

Karena tema yang disukainya tersebut, jadi siswa-siswinya jadi merasa memiliki, dan akhirnya pada bulan Juli 2021, lanjut Dodi, diadakan Tatap Muka Terbatas (TMT).

“Setelah Tatap Muka Terbatas berjalan, setelah itu anak-anak membuat produk, tadinya direncanakan pada bulan Desember, tapi karena PPKM lagi, akhirnya Alhamdulillah baru bisa dilaksanakan pada bulan Januari,” paparnya.

Diakui oleh Dodi, bahwa pihaknya merasa was-was akan melaksanakan Pameran dan Pasar Seni tersebut karena masih PTM 100 prosen bertandan ,

“Akhirnya kita berkoordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 Kota Cimahi, dengan pihak Polres, Alhamdulillah jawabannya sangat melonggarkan “Pak tidak ada larangan yang ada hanya pembatasan, selama Bapak bisa melaksanakan progresnya insyaallah pasti jalan, tapi tidak menjamin kalau protokol kesehatannya dilanggar akan kami bubarkan” kata Dodi menirukan ucapan Satgas Covid-19 dan Polres.

Dodipun telah berkomitmen dengan 19 item persyaratan yang harus dilengkapinya,

“Jadi yang sekarang memantau itu kumplit, mulai dari RT/RW, Kelurahan, Polsek, Polres, Tibum, ada semua disini,” ungkap Dodi.

Sedangkan tujuan dari digelarnya Pameran Pasar Seni ini berdasarkan keterangan Dodi, untuk melatih anak-anak didiknya jiwa kewira usahawan,

“Pasar Seni beda dengan pameran, ini merupakan seni pria yaitu seni yang bisa dijual dan bukan seni murni,” ulasnya.

Dari Seni Pria tersebut sambung Dodi, yang akan menguji sukses atau tidaknya seni tersebut, adalah pasar,

“Nantinya setelah ceremony opening (pembukaan acara) inikan sudah human get disaksikan oleh orang tua, orang tua bisa membeli langsung, atau pesan kepada anak-anak nanti mereka yang membuat, untuk membina jiwa kewirausahaan,” terang Dodi kembali.

Dari seluruh stan yang digelar adalah stan untuk pameran ada 9 ruangan dan untuk Oasar Seni ada 12 tenda. (Sinta/bs).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *