Bank Indonesia Dorong Percepatan Perekonomian Melalui Forum Ekonomi Priangan Timur

  • Whatsapp

Tasikmalaya, Media3.id – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Darjana ringkas ekonomi Priangan Timur tahun 2021 dan prospek ekonomi 2022, yang di rangkum sebagai pembuka Forum dengan mengambil tema “Ngariung-Ngahiji Priangan Timur Unggul yang merupakan bentuk nyata Bangkit dan Optimis bersinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi di Priangan Timur,” ujar Darjana di Hotel Grand Metro, Selasa(30/11/2021)

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kontribusi atau pangsa ekonomi di 5 kabupaten/kota di Priangan Timur, terhadap perekonomian Jawa Barat sekitar 5%. Namun demikian, ekonomi Priangan Timur mampu bertahan di tengah kondisi penurunan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Karena perkembangan ekonomi yang berangsur pulih, kami memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Priangan Timur pada triwulan III tahun 2021 sebesar 3,49%, relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Jawa Barat.

Dengan bertahannya ekonomi di Priangan Timur di masa pandemi ini, ditopang oleh sektor pertanian dan permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah dan ada beberapa indikator kesejahteraan menunjukan perbaikan, Gini Ratio menunjukkan ketimpangan di Priangan Timur relatif merata dan tingkat pengangguran terbuka di Priangan Timur juga relatif rendah. Namun, beberapa indikator kesejahteraan lainnya masih belum membaik,” ucapnya

Menurut Darjana salah satu Indikator kesejahteraan masyarakat yakni tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Priangan Timur masih cukup tinggi dan menyebar pada peringkat menengah ke bawah di Jawa Barat. Sebaliknya IPM relatif masih rendah dan berada pada kelompok peringkat bawah kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Dengan masih tingginya kemiskinan dan rendahnya IPM, kami perkirakan sejalan dengan rendahnya investasi di Priangan Timur yang pangsanya 0,02% terhadap Jawa Barat. Jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, investasi baik PMDN maupun PMA di Priangan Timur menempati posisi terendah.

Ia menjelaskan untuk Fiskal daerah sendiri sampai dengan Oktober 2021, untuk simpanan pemerintah daerah secara nasional meningkat 16,79% (mtm) menjadi sekitar Rp 226,7 triliun. Realisasi penerimaan daerah di Priangan Timur hingga Oktober 2021 sebesar 71% dan realisasi belanja daerah sebesar 61% dari pagu anggaran.

Selanjutnya, Akselerasi realisasi belanja daerah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Priangan Timur.

Perkembangan intermediasi perbankan menunjukkan perbaikan, ditandai dengan pertumbuhan DPK melambat, yang mengindikasikan masyarakat optimis untuk mengeluarkan dananya sehingga mendorong perputaran ekonomi. Hal ini didukung pula oleh pertumbuhan kredit yang terjaga stabil selama masa pandemi.

“Dari sektor pertanian merupakan sektor ekonomi dengan kredit yang bertumbuh paling tinggi mencapai 41,26% pada Oktober 2021. Di sisi lain kredit sektor perdagangan secara nominal mendominasi penyerapan kredit. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan memiliki peran strategis dan penting dan telah berkontribusi pada pembiayaan sektor ekonomi unggulan di Priangan Timur.
Namun demikian, Kredit kepada UMKM masih perlu dioptimalkan, karena hingga Oktober 2021 pertumbuhannya hanya 2,6% (yoy) setelah tumbuh negatif pada triwulan III 2021.

Sementara itu untuk sistem pembayaran, net Inflow pada bulan oktober menunjukkan persediaan dan kelancaran perputaran uang kartal di Perbankan masih tercukupi. Karena pembayaran non tunai melalui SKNBI maupun RTGS menunjukkan pertumbuhan. Hal ini sejalan dengan implementasi QRIS di Priangan Timur yang semakin luas.

“Kami Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Priangan Timur yang telah membentuk TP2DD dan berkomitmen penuh mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah secara menyeluruh.

Sedangkan Pada triwulan II 2021, capaian ETPD Priangan Timur menunjukkan hasil yang sangat baik.
UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian di Priangan Timur perlu untuk didorong untuk terus mengembangkan usahanya.

Berharap Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia merupakan gerakan gotong royong berskala nasional untuk mendorong pengembangan UMKM agar dapat bersaing di pasar nasional maupun global,” tandasnya

(Mas)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *