Wisatawan Enggan Berkunjung Ke Objek Wisata Air Terjun Sipisopiso-Tongging

  • Whatsapp

 

KARO – MEDIA3.ID – Khawatir tanah miliknya diklaim pihak lain, warga Desa Tongging Kec. Merek memasang spanduk larangan masuk ke objek wisata Air Terjun Sipisopiso -Tongging karena statusnya masih dalam bersengketa dengan perkara No.278/G/2019/TUN Medan.

Warga Desa Tongging yang mengklaim tanahnya di objek wisata air terjun Sipisopiso-Tongging seluas sekitar 5 hektar merupakan pemberian Terpuk Silima Opu yang kini sebahagian isinya bangun bersumber dana APBD Kabupaten Karo, tanpa diketahui warga Desa Tongging, atas dasar itu warga merasa keberatan, sehingga dipasang spanduk larangan masuk.

Hal ini disebutkan Kuasa Masyarakat Desa Tongging Apul Manihuruk didampingi Kuasa Hukumnya Robianto Sembiring SH. MH kepada Wartawan. Sabtu (7/12) sore di Merek.

Warga Desa Tongging telah membentuk panitia dan kuasa hukumnya agar tanah yang saat ini berpekara kembali kepada pemilik aslinya, sebab sejak masyarakat mengenal objek wisata air terjun Sipisopiso-Tongging, tidak ada pihak lain yang mengaku tanah di sana miliknya.

Salah satu fakta lapangan yang membuktikan bahwa objek wisata air terjun Sipisopiso berada di wilayah Desa Tongging antara lain, kalimat penulisan restribusi pembayaran obyek wisata air terjun Sipisopiso-Tongging pada dinding Pos Pengutipan Restribusi, bukti lainnya yaitu berdirinya Masjid Pariwisata Al-Ikhlas Tongging-Sipisopiso Kab. Karo resmi pemakaiannya sejak tanggal 21 September 1991/12 Rabiul awal 1412 H oleh Kakanwil Departemen Agama Propinsi Sumatera Utara Drs. H. Madnan Harahap dan terjadinya jual beli tanah (milik Silima Opu) di dekat pos restribusi tidak ada yang berkeberatan.

Berdasarkan fakta-fakta itulah warga Desa Tongging bersama kuasa dan pengacaranya berusaha mendapatkan hak kepemilikan itu kembali, karena merasa berdosa kepada leluhurnya jika tanah-tanah milik leluhur itu diterlantarkan dan dikuasai pihak luar, kata Apul Manihuruk dan Robianto Sembiring SH. MH didampingi Erikson Silalahi 47 (Silima Opu) dan warga desa Tongging Mardin Simanjorang 76.

Palentinus Girsang 57 warga Desa Tongging kuasa pertama dari warga desa menyebutkan, ayahnya Alm. Idup Girsang menjabat sebagai Kepala Desa Tongging tahun 1970-1991.

Objek wisata air terjun Sipisopiso-Tongging dibuat namanya karena masih berada di wilayah desa Tongging dan milik terpuk Silima Opu. Sebagai Kepala Desa Tongging, bapaknya bersama Sekretaris Desa Tongging Alm. Kaman Munte mengelola dan mengutip restribusi objek wisata air terjun Sipisopiso-Tongging.

Selain mengutip restribusi, mereka meratakan pelataran parkir objek wisata air terjun Sipisopiso dengan alat berat graider, tidak ada warga desa lain yang berkeberatan terhadap itu, sebut Palentinus.

Alm. Gustaf Girsang abang Palentinus telah menjual tanah milik Si Lima Opu kepada Pangihutan Silalahi atas izin Silima Opu di dekat Pos Restribusi, itupun tidak ada orang lain yang keberatan, berarti itu adalah milik Silima Opu, katanya.

Terpuk  JongsoAlimin Opun Silalahi 55, mengaku bingung atas berdirinya sejumlah bangunan baru di lokasi objek wisata Sipisopiso-Tongging. Bentuk dan kegunaan bangunan tidak pernah dikomunikasikan dengan warga dan Kades Tongging, sebutnya.

Mantan Kepala Desa Tongging Orinus Silalahi 62 menyebutkan sepengetahuannya objek wisata air terjun Sipisopiso (pelataran parkir, lokasi bangunan sekitarnya hingga air terjun) awalnya adalah milik terpuk Silima Opu, kemudian diserahkan kepada warga Desa Tongging melalui sebuah proses di desa, ujarnya.

Kuasa Hukum Robianto SH. MH menyebutkan tahun 2016 Kepala Desa Pengambaten sudah membuat surat keterangan bahwasanya air terjun Sipisopiso adalah milik Pemerintah Kabupaten Karo.

Untuk itu kata Robianto, pihaknya telah melakukan upaya hukum, untuk pembatalan SK tersebut di Pengadilan Tata Usaha di Medan dan pada saat ini, perkaranya masih dalam tahap proses pemeriksaan dua kali sidang.

Yang digugat adalah tanah yang masuk ke wilayah air terjun Sipisopiso, luasnya sekitar lima hektar. Dari fakta lapangan yang kita lihat, air terjun Sipisopiso beserta pelataran parkir dan lokasi bangunan baru masuk wilayah ke Desa Tongging.

Robianto Sembiring berharap agar tanah dan air terjun Sipisopiso dikembalikan kepada warga Desa Tongging karena secara kultural, merekalah pemiliknya, jelas pengacara.

Tampak, pemasangan sepanduk larangan masuk ke objek wisata air terjun Sipisopiso-Tongging di dekat pos restribusi disaksikan pengacara, kuasa warga desa Tongging, terpuk Silima Opu dan sejumlah masyarakat.

Setelah pemasangan sepanduk tersebut, banyak wisatawan yang enggan masuk objek wisata sipiso piso dan beralih tujuan ke desa Tongging.

(Daris Kaban)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *