Supendi: Hewan Kurban Sudah Bebas Dari Covid-19 Dan Tidak Boleh Ditonton

  • Whatsapp

 

Kepala Dinas Pamgan dan Pertanian Supendi Heriyadi dan Kasie Pertenakan dan Kesehatan Ternak drh Rerno Wulan

CIMAHI, media3.id– Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi Supendi Heriyadi menyampaikan, Dalam pelaksanaan Idul Adha 1441 H. Tahun 2020, Pemkot Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian sudah melakukan koordinasi bersama sejumlah komponen, Beberapa diantaranya seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kelurahan, Camat dan Instansi terkait seperti bagian Kesra dan Dinas Sosial serta beberapa unsur terkait.

“Apa yang kita lakukan untuk koordinasi atau pertemuan tersebut, adalah idul adha tahun sekarang itu sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, artinya sekarang dalam suasana pandemi Covid 19 jangan sampai terjadi harapan bapak wali kota ini ada klaster baru” kata Supendi, Kamis 30 Juli 2020.

Ia menambahkan, Antisipasi ketat dilakukan jajaran Dispangtan Kota Cimahi terlebih dalam Tupoksi mejaga keamanan Hewan Kurban yang dijual untuk aman dikonsumsi umat.

Dikota Cimahi ada 57 titik tempat penjualan hewan kurban, Dispangtan Kota Cimahi sudah melakukan pengecekan terhadap 2.190 hewan. Adapun ditemukan hewan yang belum layak dikurbankan karena belum cukup umur serta hewan yang tidak sehat.

Yang lolos itu 1.075, dan 226 ini masih belum cukup umur, belum punglak ya, dan 145 ada penyakit, penyakitnya tidak terlalu besar yaitu penyakit hati seperti tahun kemarin, dan antisipasinya sangat mudah tinggal di copotin atau dagingnya dipotong, selesai” tuturnya.

Masih Kata Dia, Ditengah Pandemi COVID-19 ada beberapa cara yang disepakati sesuai dengan kebijakan Wali Kota bahwa saat ini yang sangat tidak diperbolehkan adalah dalam konten yang paling rawan yaitu dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Banyaknya orang saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban juga bisa menyita waktu empat sampai dengan delapan jam. Saat ini sudah ada kesepakatan bersama dengan tokoh ulama dan tokoh masyarakat serta lembaga kemasyaratan sekota Cimahi, “Kita sudah sepakat bahwa penyembelihan tidak ada berkerumun alias tidak boleh ditonton” pungkasnya.

Supendi menambahkan, Untuk antisipasi, tim Bina Wilayah (Binwil) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) punya perlakuan sama dalam melaksanakan monitoring dengan memantau langsung kelapangan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan mulai dari penyembelihan sampai pendistribusian daging hewas kurban.

“Apabila ada pelanggaran dalam konteks protokol kesehatan, bisa koordinasi dengan kami dan kita bisa laksanakan eksekusi langsung” katanya.

Dispangtan Kota Cimahi sudah melakukan pemeriksaan hewan kurban dari penjual dilaksanakan sejak 20 sampai dengan 28 Juli 2020, Hingga hewan yang sudah tiba ditempat pemotongan pada tanggal 30 Juli malam hari kembali diperiksa.

“Besok petugas turun lagi sesuai yang disampaikan ke kami bahwa akan melakukan pemeriksaan postmortem untuk yang dagingnya” kata Kasie Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Retno Wulan, saat mendampingi atasannya Kadispangtan Supendi Heriyadi. (30/7).

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *