Salah Satu SMK Swasta Di Ciparay Diminta Transparan Terkait Dana Program Indonesia Pintar

  • Whatsapp

 

Kab Bandung, Media3.id-Kucuran bantuan Dana Program Indonesia Pintar melalui kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diterima siswa penerima manfaat di salah satu SMK Swasta kecamatan Ciparay kabupaten Bandung atau yang sekarang disebut Kartu Indonesia Pintar(KIP) diminta transparan guna menghindari terjadinya kesalahpahaman antara orangtua siswa dan pihak sekolah.

Pantauan reporter Media 3.id , tindakan yang dilakukan pihak Sekolah diduga gegabah dan diduga tidak tertib administrasi,terkesan liar terkait pengambilan uang Kartu Indonesia Pintar hak Siswa yang disetorkan kepada pihak sekolah secara langsung oleh siswa penerima manfaat setelah mencairkan uang KIP melalui rekening milik pribadinya ,di pelataran ruang lobi Bank BNI Cabang Ciparay, hal ini bila melihat kejadian langsung apa yang dilakukan pihak sekolah mengambil dan menerima setoran dari siswa penerima manfaat.

Dimana uang bantuan pemerintah pusat untuk siswa guna membantu meringankan biaya pendidikan melalui program Indonesia Pintar yang diambil dari BNI Cabang Ciparay sebesar Rp 1 juta melalui rekening siswa diambil secara sepihak tanpa melalui musyawah orangtua siswa terlebih dahulu.

Ironisnya pengambilan bantuan uang PIP tersebut,diambil oleh pihak sekolah di pelataran Bank BNI Cabang Ciparay secara langsung setelah siswa mencairkan melalui rekeningnya tanpa diberikan bukti alat penyetoran kwitansi yang sah dari pihak sekolah.

Tentunya dengan cara dan sikap pihak sekolah tersebut, walaupun punya tujuan baik yaitu untuk meringankan keperluan biaya pendidikan agar siswa tidak punya tunggakan tapi caranya etikanya tidak baik,kesannya seakan pungutan liar karena tidak di bubuhi cap sekolah diatas kwitansi penyetoran uang,selain itu siswa yang tidak mempunyai tunggakan biaya sekolah yang menerima bantuan. PIP dari pemerintah,tetap saja uangnya diambil pihak sekolah.

Menyikapi hal tersebut Nandang selaku komite Sekolah Swasta SMK yang berada di wilayah kecamatan Ciparay,Rabu (15/1)siang angkat bicara dan menjelaskan kepada reporter Media 3.id, bahwa apa yang dilakukan pihak sekolah sudah benar,untuk meringankan biaya sekolah,anak didik, dimana menurutnya siswa disekolah kami masih banyak yang menunggak biaya pendidikan,terlebih sekolah kami adalah berstatus swasta yang perlu biaya untuk kesejahteraan tenaga pengajar dan biaya pendidikan lainnya.

Lanjut Nandang,” langkah yang kami lakukan juga untuk menghindari kenakalan siswa bila tidak segera diambil ditempat dikhawatirkan bantuan uang pemerintah tersebut dibelikan kepada hal-hal diluar keperluan pendidikan,sedangkan proses belajar mengajar harus terus berlangsung salah satunya ya biayanya diambil dari bantuan pemerintah ini,untuk meringankan biaya sekolah.” ungkapnya.

Adapun pihak kami tidak memberitahu kan kepada orangtua siswa terkait bantuan tersebut,guna menghindari kecemburuan sosial dari orangtua siswa yang tidak menerima bantuan pemerintah melalui kartu Indonedia Pintar ,karena tidak semua siswa menerima bantuan pemerintah melalui kartu Indonesia Pintar.” Ucapnya.

Namun demikian kami akan segera kumpulkan orangtua siswa setelah pemberian bantuan pemerintah ini selesai dan diterima siswa untuk diberikan penjelasan agar tidak terjadi mis Komunikasi antara orangtua siswa dan pihak sekolah,” jelasnya.

Mengenai uang yang diberikan siswa kepada pihak sekolah melalui wali kelasnya masing-masing,yang tidak memakai kwitansi ,kami akan segera tindak-lanjut dan benahi nanti di swkolah, agar apa yang dilakukan pihak kami tidak salah mengartikan, jangan sampai ada kesan pungutan liar,padahal langkah yang kami lakukan semata-mata untuk membantu meringankan biaya pendidikan orangtua siswa yang menitipkan anaknya sekolah di sekolah SMK kami,” pungkas Nandang.

Dilain pihak orangtua siswa yang namanya minta tidak disebutkan mengatakan,” apa yang dilakukan pihak sekolah,pada dasarnya kami tidak merasa keberatan mengambil uang secara langsung,karena itu merupakan langkah yang baik agar beban biaya pendidikan anak.

(Arbim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *