Pedagang Serba-Serbi Idul Adha Keluhkan Penurunan Penjulan Di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

 

BANJAR, media3.id — Menjelang hari Raya Idul Adha Tahun 1441 H, yang juga masih di tengah pandemi Covid-19, banyak yang terkena dampaknya.

Termasuk penjual tusuk sate dan areng yang biasanya di serbu masyarakat untuk membakar daging hasil pembagian qurban.

Menurut HJ Popon, ia sudah berjualan tusuk sate dan areng selama 4 tahun di pasar Kota Banjar tersebut.

Menurut ia penjualan tusuk sate dan areng di pasar Kota Banjar terdapat penurunan yang cukup signifkan di tahun sekarang walaupun menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Sangat terasa sekali penurunan penjulan di tahun sekarang, karena kan sedang Corona”. Katanya kamis (30/7/2020)

Dari tahun sebelumnya ia bisa menjual tusuk sate sebanyak 500 ikat sebelum menjelang Hari Raya Idul Adha, yang di jualnya seharga Rp. 2.500 ,- per ikat.

“Tahun lalu saya bisa menjual 500 ikat, tapi sekarang sedang Corona hanya 200 ikat saja”. Ungkapnya

Penurunan penjulan sangat terasa di tahun sekarang, dengan adanya peraturan protokol penyembelihan hewan qurban yang di edarkan oleh pemerintah, sehingga dampak dari Covid-19 ini berimbas juga terhadap penjualan hewan qurban.

Salah satunya HJ Jajang yang di temui beberapa waktu lalu, pemilik kandang sapi yang berada di lingkungan Banjar Kolot, biasanya ia menjual sapi hingga 300 ekor dan tahun sekarang hanya 200 ekor sapi yang terjual.

“Dampaknya sangat terasa sekali, apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha biasanya yang keluar kandang 300 ekor, sekarang hanya 200 ekor kurang lebih”. Pungkasnya

Dengan adanya pandemi Covid-19, hewan yang di jual beli untuk qurban juga harus menempuh rangkaian pengecekan yang dilakukan oleh Tim dari Dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan, hingga tahap akhir hewan bisa memiliki label sehat.

Sandi Lukman

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *