Kursi Panas PilKades Buahdua Polling Sementara Dadang No Urut 1 ,Ungguli Lawannya

  • Whatsapp

Sumedang, Media3.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Buahdua kecamatan Buahdua kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, tinggal menghitung hari,tepatnya 8 April 2020. Genderang perang mulai ditabuh, Calon Kades beserta tim suksesnya sibuk merebut simpati warga dengan cara pendekatan maupun dalam bentuk visi misi.Tiga kandidat kini berjuang untuk menduduki kursi panas Kades Buahdua,diantaranya Dadang no urut 1, Ahmad Husein no urut 2 dan D. Efendi no urut 3.

Berdasarkan Survey folling sementara calon kuat Kades no urut 1,Dadang berada diurutan teratas mengungguli kedua lawan politiknya,hal ini berdasarkan hitungan suara data dilapangan,masyarakat yang masih menginginkan Dadang maju dan duduk kembali menjadi kepala desa Buahdua,yang melakukan survey dilapangan sebulan ini.
Dimana folling suara sementara sebelumnya, nomor urut calon 2 dan 3 saling kejar mengejar dalam meraih simpati masyarakat desa Buahdua,namun kini suara berbalik nomor urut 1 jauh mengungguli dari nomor urut calon 2 dan 3.” Ungkap sumber warga desa Buahdua kecamatan Buahdua kabupaten Sumedang.
Hitungan sementara,segudang pengalaman Dadang menjadi modal utama untuk menjadi orang no satu di desa Buahdua.
Dadang merupakan mantan Kades periode 2007-2013 ini, dirinya lebih mengedepankan pendekatan persuasif kepada warga desa Buahdua yang sudah mempunyai hak pilih dengan
Menyodorkan visi dan misi yang lebih memihak kepada masyarakat.
Diketahui Dadang salah satu mantan kepala Desa Buahdua yang sudah di akui oleh pemerintah kabupaten Sumedang dan propinsi Jawa Barat,dalam membangun peradaban desa Modern,berbasis potensi ramah lingkungan,salahsatunya pembangunan kantor desa Buahdua yang megah serta pembenahan infrastruktur jalan desa,dimana diakui masyarakat desa Buahdua,guna memudahkan roda perekonomian masyarakat desa Buahdua maka dibangunlah Pujasera bekas pasar lama waktu itu,yang manpaatnya bisa dirasakan saat ini oleh warga.
Selain itu Dadang mantan kades yang pro Rakyat menolak adanya Mini Market, di desa Buahdua yang akan merusak kearifan lokal pedagang pasar Buahdua.
Sumber warga desa Buahdua,mengatakan kepada reporter Media.id/TV ,” Dadang merupakan mantan kades yang baik dan santun,hidup dalam kesederhanaan serta dekat dengan masyarakat,karya nyatanya sudah teruji dalam mengenalkan profil desa Buahdua ke tingkat provinsi dan Nasional,segudang penghargaan diterimanya baik itu dari Bupati Sumedang maupun Gubenur Jawa Barat.” Pungkas Warga.( Arbim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *