Ketua Umum Jawara: Kasus Salawu Gate Gratifikasi Sekda Kabupaten Tasikmalya

  • Whatsapp

 

Tasikmalaya.-media3.id.-Keinginan untuk mengetahui perkembangan kasus OTT UPTD Salawu atau SALAWU GATE dan masalah Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya M. ZEIN mendorong hasrat saya untuk menyambangi Kembali Ketua Umum JAWARA A RAMDAN HANAPIAH yang selalu bicara lugas dan vulgar tanpa ada tedeng aling aling.
Mengawali pembicaraannya RAMDAN mengatakan bahwa kasus SALAWU GATE sudah disidangkan sebanyak enam kali dan memanggil saksi saksi diantaranya para kepala sekolah, mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar IWA KARTIWA, Mantan Kepala UPTD Salawu DUDUNG, bendahara UPTD Salawu dan para pengawas. Alhamdulillah selama ditangani LBH JAWARA dengan kehandalan para Penasehat Hukum dari kita, PH terus menggali dengan pertanyaan pertanyaan untuk menggali aktor intelektual dibalik kasus ini, kenapa saya katakan ada aktor intelektual dalam kasus ini, karena dengan ditahannya hanya AG sendiri terkesan kasus ini dilokalisir dan AG di timbulkan. Ini yang membuat kami bersemangat untuk mendampingi AG agar terlepas dari jeratan hukum dan diganti oleh para aktor intelektualnya di hotel prodeo karena kami tahu psikologisnya, bahwa AG melakukan itu atas perintah atasannya.

Kasus Salawu Gate akan kami jadikan kunci pembuka untuk membongkar masalah masalah yang ada di DinasĀ  Pendidik dan kebudayaan kabupaten, Tasikmalya karena saya tahu kasus Salawu Gate tidak membuat jera mereka untuk melakukan penyimpangan penyimpangan perbuatan melawan hukum dan abuse of power, ini masih berjalan di DISDIK. Semua urusan anggaran tidak terlepas dari kalkulasi untung rugi untuk mereka, kenapa saya katakan demikian, karena ada orang DISDIK yang selalu mengumpulkan para pengusaha untuk pengkondisian mengeksekusi nya. Hal ini nanti akan saya buka lebih lebar dengan mengadakan konferensi pers.

Terkait perkembangan kegaduhan yang menyikapi dilantiknya SEKDA Kabupaten Tasikmalaya, saya pikir kegaduhan tidak akan berhenti selama pihak APH tidak merespon temuan dari rekan rekan aktivis dengan adanya indikasi gratifikasi yang dilakukan M ZEIN agar menjadi SEKDA, disamping itu OPEN BIDDING juga sudah sangat kontraversial dengan tidak di publis hasilnya secara terbuka, dan inilah buktinya tingkat resistensinya pada M. ZEIN sangat tinggi mengingat track record dia selama jadi pejabat merupakan sumber masalah. Ini seharusnya menjadi pertimbangan bupati juga, bagaimana SEKDA bisa bekerja dengan optimal kalau kegaduhan terus berjalan, kuncinya biar adem segera ganti M. ZEIN agar tercipta good goverment.

Saya sendiri dalam menyikapi hal ini tidak akan berhenti sampai disini, yaitu hanya membuat statement di media, tapi akan melangkah pada jalur yudikatif apabila sudah lengkap dokumen dokumen yang mendukung terkait penyimpangan M. ZEIN mulai dari dia menjadi KADIS PENDIDIKAN sampai terakhir dia jadi Kepala BKPSDM, pasti saya akan laporkan.

Sudah ya coba anda wawancara aktivis yang lain jangan saya terus, nanti disangka saya punya dendam pribadi jeung bisi baroseneun anu macan ari saya wae mah nu diwawancara. Pungkas ramdan.

(zanks)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *