Hadirkan 4 Orang Saksi Penyelundupan Baby Lobster Ilegal

  • Whatsapp

 

PALEMBANG, media3.id- sidang perdana kedua terdakwa Karno (38) warga Dusun Ringinanom, Kab. Blitar Provinsi Jawa Timur serta Aspin (24) warga Kp Tanjung Kait, Kab Tangerang kasus penyelundupan puluhan ribu Baby Lobster ilegal

Yang mana dipersidangan di pimpin oleh majelis hakim Hotnar Simarmata SH MH dan jaksa penuntut umum(JPU) Dian febriani SH di pengadilan negeri Palembang dengan agenda pemeriksaan saksi saksi terdakwa (13/1/2020)

Atas perbuatan kedua terdakwa tersebut yang telah dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum tanpa izin dan dokumen dari kepabeanan serta diduga merugikan keuangan negara sebesar 10.170.000.000,- (sepuluh milyar seratus tujuh puluh juta rupiah).

Keduanya terdakwa dijerat JPU sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 huruf a Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan pidanam penjara maksimal 10 Tahun.

Saat di persidangan dimana saksi yang di hadirkan ada 4 orang saksi yang mana saksi tersebut Rudi Setyawan dan Bima rahya (PNS Bea Cukai ) Eka Safitri dan Rahmad Firmansyah (pihak bandara)

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Hakim Hotnar Simarmata para saksi menjelaskan bahwa, kedua terdakwa saat itu dengan membawa dua koper besar datang ke bandar hendak menumpang pesawat Flyscoot.

“Saat itu para terdakwa diketahui masing-masing membawa satu koper, sebelumnya telah lolos pemeriksaan pertama, akan tetapi setibanya di periksaan X Ray dari pihak Bea Cukai dicurigai adanya barang yang mencurigakan, makanya koper-koper tersebut kami amankan terlebih dahulu”. Ungkap salah satu saksi bernama Rudi.

Kemudian, lanjut Rudi. Setelah dilakukan pengamanan koper yang dicurigai tersebut, lalu petugas bea cukai mengamankan pemilik koper. Saat diinterogasi petugas awalnya mengaku isi dari koper-koper tersebut adalah udang. Akan tetapi setelah diperiksa oleh petugas secara detil didapati puluhan kantong yang berisi total 66.600 ekor yang terdiri dari 63.000 ekor Baby Lobster jenis pasir dan 3.600 ekor Baby Lobster jenis Mutiara.

“Saat diinterogasi petugas mengenai kelengkapan dokumen izin yang dikeluarkan oleh pihak bea cukai, para terdakwa tidak bisa menunjukkan dokumen tersebut yang mulia”. Ujarnya.

Yang mana sidang di tunta Senin pekan depan dengan agenda kembali menghadirkan saksi ahli dari pihak Umum”. Ujar hakim ketua Hotnar Simarmata SH MH menutup sidang.

(Hsyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *