Bupati Karanganyar: “Shalat Ied Dilaksanakan Dengan Pengetatan Protokol”

  • Whatsapp
Bupati Karanganyar, Julyatmono

 

KARANGANYAR.media3.id – Karena dinilai penyebaran Covid-19 sudah terkendali dan cenderung stagnan serta penderita tinggal menunggu kesembuhan, maka Bupati Karanganyar Juliyatmono mengizinkan masyarakat menggelar shalat Ied di masjid atau di jalan dan tempat lapang.

‘’Malah saya akan jadi khatib di Alun-alun, dan shalat saya pimpin sendiri,’’ kata Juliyatmono.

Kendati demikian, ia tetap memberikan syarat pada semua masyarakat, bahwa penyelenggaraan shalat Ied harus mematuhi prosedur protokol kedaruratan kesehatan.

Alun Alun Kota Karanganyar, Bakal Lokasi Sholat Idul Fitri 1441 H

Yaitu, membawa masker, membawa sajadah sendiri, berangkat harus cuci tangan terlebih dahulu, khutbah dipersingkat, shalat jangan panjang-panjang, tidak ada salam-salaman, langsung pulang.

Juliyatmono juga menegaskan dirinya akan mengerahkan satpol PP untuk menjaga Alun-alun saat menjelang shalat untuk mengontrol jamaah. Selain itu petugas desa juga harus mengontrol pelaksanaan shalat Ied di desa-desa agar mematuhi. “Ini memang cara bersahabat dengan covid, diselenggarakannya dengan syarat yang ketat. Daripada dilarang, bisa-bisa masyarakat malah akan selenggarakan shalat ied sendiri di wilayahnya secara sembunyi-sembunyi”, pungkasnya.▪(Shaleh Rudianto/Red.JatengDIY)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *