Prioritas Utama FGD Kelurahan Melong Kota Cimahi Bahas Stunting dan Penanganan Banjir

  • Whatsapp

Kepala DPKP Kota Cimahi yang juga Binwil Kelurahan Melong, Endang (Kanan Bawah) dan Lurah Melong Dian Rohimat (Kiri Bawah)

CIMAHI, Media3.id – Kelurahan Melong menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tahun 2024 yang mengusung tema “Perwujudan Stabilitas Perekonomian dan Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia” dengan prioritas utama Stunting dan penanganan masalah banjir, di Aula kantor Kelurahan Melong, Jl. Melong Sakola No. 72, Cimahi Selatan, Rabu (10/1/2024).

Read More

 

FGD dihadiri oleh anggota DPRD Kota Cimahi Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kelurahan Melong Cibeureum, yang terdiri dari H. Supiyardi (Fraksi PKS), Euis Isop Romaya (Partai Hanura), dan Irma Indriyani (Fraksi Gerindra).

 

Hadir pula dalam acara tersebut Asisten I Yanuar Taufik, Binwil Kelurahan Melong Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi Endang dan Kepala Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi Dani Bastiani, Kasipem Kecamatan Cimahi Selatan Kurniawan, Lurah Melong Dian Rohimat, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Melong H. Bambang Setyono, perwakilan-perwakilan dari 36 RW Kelurahan Melong, beserta seluruh tamu undangan lainnya.

 

Kepala DPKP Kota Cimahi yang juga Binwil Kelurahan Melong Endang mengatakan bahwa permasalahan Stunting saat ini masih perlu menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya di Kelurahan Melong meskipun banyak masyarakat yang memiliki WC, tetapi pembuangannya langsung ke sungai tidak melalui septic tank.

 

“Untuk itu, disini perlu adanya kesadaran masyarakat untuk membuat septic tank,” ucap Endang.

 

Selain itu, kata Endang, permasalahan banjir juga perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

 

“Masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah ke sungai, sehingga aliran air tersumbat oleh tumpukan sampah. Dan itu salah satunya yang menyebabkan daerah Melong menjadi langganan banjir,” terangnya.

 

Di sisi lain, Grak Ompimpah yang merupakan program dari Pemerintah Kota Cimahi yang sudah dilaksanakan telah berhasil mengurangi produksi sampah.

 

“Sampah yang biasanya dikirim ke TPA Sarimukti sebanyak 250 Ton per hari sekarang berkurang menjadi 110 Ton per hari,” jelas Endang.

 

Dan Endang sangat mengapresiasi hal itu, terbukti dengan program Ompimpah ini, masyarakat sadar untuk memerangi sampah.

 

Sementara, Lurah Melong Dian Rohimat mengungkapkan bahwa dalam FGD Tahun 2024 ini yang rutin dilakukan dalam 5 bidang yaitu bidang fisik, bidang pemerintahan, bidang ekonomi, sosial dan budaya.

 

“Dimana FGD yang bertemakan Perwujudan Stabilitas Perekonomian dan Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia ada 2 kategori yaitu mengenai perekonomian dan daya saing yang mengacu kepada indeks pembangunan manusia mengenai pendidikan, kesehatan dan daya saing,” tutur Dian.

 

Setelah dilakukan rembug warga, kata Dian, di akhir bulan November sampai bulan Desember, dari RW 1 sampai dengan RW 36, menghasilkan beberapa skala prioritas.

 

“Seperti banjir, sampah, insentif, dan Stunting mengenai kesehatan dan ODF atau sanitasi untuk mengurangi BABS (Buang Air Besar Sembarangan), ekonomi kerakyatan, UMKM, dan acuan pada inflasi daerah,” ungkapnya.

 

Dan semuanya, lanjut Dian, pada FGD kali ini akan didiskusikan kemudian nanti pada hari Selasa tanggal 16 Januari 2024 akan diberita acarakan untuk usulan skala prioritas Kelurahan Melong menuju ke pihak Kecamatan.

 

“Kemudian kita kawal sampai menuju tingkat Kota untuk menjadikan sebuah program Pemerintah Kota Cimahi,” terangnya.

Salah satu bidang dalam FGD saat akan melakukan pembahasan (Bawah)

Sedangkan untuk penanganan masalah Stunting itu sendiri, menurut Dian, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pihak Puskesmas yang ada di Kelurahan Melong sesuai arahan dari Dinas Kesehatan.

 

“Tahun kemarin itu ada makanan tambahan untuk balita Stunting agar balita lebih sehat, selain itu ada program 1000 hari ibu hamil untuk dipantau terus oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan dan itu merupakan salah satu edukasi kami kepada warga, dibantu juga dengan Posyandu dan Posbindu untuk selalu memberikan informasi kepada Ibu Rumah Tangga atau ibu hamil,” jelasnya.

 

Diakui Dian di Tahun 2023 yang terdampak Stunting di Kelurahan Melong sebanyak 48 orang diantaranya balita dan ibu hamil yang sudah diberikan makanan tambahan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Melong Asih dan Melong Tengah.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *