Nekat Bikin Uang Palsu Demi Picu Inflasi Jelang Pilpres 2024

  • Whatsapp

 

 

Read More

SUKOHARJO (Jawa Tengah), media3.id- Polres Sukoharjo berhasil membongkar tempat pembuatan uang palsu di Kabupaten Sukoharjo. Dalam pengungkapan ini, Polisi berhasil mendapati barang bukti uang palsu pecahan 100 ribu berjumlah 8.354 lembar sehingga total berjumlah Rp. 835.400.000,-

Uang palsu tersebut dibuat di tempat percetakan buku dan kertas yang berlokasi di Kampung Larangan Kelurahan Gayam Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan pengungkapan pabrik uang palsu di wilayahnya merupakan hasil pengembangan dari kasus uang palsu yang didalami Polres Mesuji, Lampung, beberapa waktu lalu.

“Ini pengembangan dari yang didalami Polres Mesuji. Ada distribusi upal di Lampung hasil droping dari Jawa Tengah, yakni Sukoharjo. Akhirnya kita melakukan joint investigation atau penyelidikan bersama dengan penyidik dari Polres Mesuji,” ujar AKBP Wahyu.

Polisi berhasil mengamankan lima pelaku yang berperan sebagai pembuat dan pengedar uang palsu.
Kelima tersangka tersebut adalah T (40) warga Pemalang sebagai operator mesin, S (52) warga Kemayoran sebagai tukang sablon, TH (53) warga Semarang yang berperan sebagai tukang desain, scan dan membuat plat, P (47) warga Bandung sebagai pemasar/marketing, dan IM (39), warga Karanganyar dengan peran sebagai pimpinan percetakan yang mendanai serta memerintahkan para pelaku yang lain untuk membuat uang palsu.

Kelima tersangka pembuat uang palsu akan dijerat dengan Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Dan pasal 27, pasal 26, pasal 37, dan atau pasal 36, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak 10 miliar.

Sementara itu, Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah berhasil menggerebek pabrik pembuatan uang palsu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, lengkap dengan sejumlah mesin besar yang digunakan untuk mencetak uang. Sebanyak 11 orang tersangka dan barang bukti uang palsu senilai Rp800 juta diamankan dalam penggerebekan ini.

Penggerebekan pabrik uang palsu tersebut bermula dari penangkapan pengedar uang palsu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, beberapa hari lalu. Saat itu, polisi mendapati barang bukti uang palsu pecahan Rp100.000 senilai Rp9,7 juta.

Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, pabrik tersebut telah memproduksi uang palsu sebanyak Rp2 miliar sejak awal beroperasi Maret 2022 lalu. Sudah diedarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya di Kediri, hingga akhirnya terbongkar.

“Dari Rp2 miliar yang dicetak, Rp1,2 miliar sudah beredar. Sementara yang berhasil kami amankan sebagai barang bukti Rp800 juta,” sebutnya.

Pembuatan uang palsu beromzet dua miliar rupiah tersebut dikendalikan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Sahid Danuji (48), warga Desa Karanglangu, Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

“Sahid merupakan ASN di lingkungan Kemenag Grobogan. Untuk menjalankan aksinya, Sahid dibantu seorang manajer produksi, tukang cetak hingga pengedar,” ungkap Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, Jumat (4/11/2022).

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Grobogan, Padma Saputra menyebutkan Sahid Danuji adalah ASN di lingkungan Kemenag. Tepatnya, Sahid mengajar di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) yang berada di Kecamatan Kedungjati dan mengajar pelajaran bahasa Indonesia.

• (Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.