Drama ‘Bela Diri’ Ojol Akibatkan ‘Freeman’ Semarang Tewas.

  • Whatsapp

 

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat sampaikan konferensi pers perihal peristiwa penganiayaan terhadap pengemudi ojol dan tewasnya salah seorang pelaku penganiayaan, Selasa (27/9/2022).

Read More

SEMARANG (Jawa Tengah), media3 id- Pada Selasa (27/9/2022) tiga orang pengemudi ojol anggota Asosiasi Driver Online (ADO) Semarang yang Zaini Dahlan, Nugroho Saputro, dan Budi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Terkait tewasnya Kukuh Panggayuh Utomo, salah seorang dari tiga orang preman yang menganiaya pengemudi ojol anggota ADO, Hasto Priowasono, saat sedang mengantri di SPBU Majapahit Kota Semarang, Sabtu (24/9/2022).

Turut dinyatakan sebagai tersangka, Anton Legowo, warga setempat yang bukan merupakan pengemudi ojol.

Kemudian pada Rabu (28/9/2022) pada jam 00.00 WIB, Budi Sarwono dan Anton Legowo dinyatakan bebas oleh polisi.

Sedangkan Zaini Dahlan dan Nugroho Saputro masih berstatus tersangka dan tetap berada di tahanan polisi.

“Ya, betul. Hari ini Rabu (28/9/2022) jam nol nol Om Budi [Budi Sarwono] dan Mas Anton [Anton Legowo] resmi bebas. Namun masih ada dua teman ojol yang lain yang masih di dalam [ditahan],” ungkap Astrid Jovanka, Humas ADO.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, penganiayaan tersebut berawal ketika Hasto Priowasono driver ojol Semarang dikeroyok oleh Kukuh dan Adi Priono di SPBU Majapahit Jalan Majapahit, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

“Saat itu korban sedang mengantre kemudian ada pelaku yang di depan korban lalu diingatkan agar segera geser maju karena titik yang ada di depan pelaku ini sudah kosong. Imbauan maju itulah yang memicu kemarahan pelaku sehingga melakukan penganiayaan terhadap korban atas nama Hasto Priowasono,” jelasnya saat konpers di Polrestabes Semarang, Selasa (27/9/2022).

Menurut Irwan, terdapat dua pelaku dalam peristiwa tersebut, yaitu atas nama Kukuh Panggayuh Utomo, dan Adi Priono. “Adi Priono masih dalam pencarian kita, atau masih DPO,” ucapnya.

Peristiwa tersebut memicu solidaritas dari para pengemudi ojol dan Kukuh berhasil ‘diamankan’ oleh para pengemudi ojol saat berada di dekat sebuah kafe.

“Namun yang disayangkan kemudian, ada tindakan kekerasan yang mengakibatkan pelaku meninggal dunia atas nama (alm) Kukuh Panggayuh Utomo tersebut,” kata Irwan.

Sedangkan Budi Warsono, lanjut Irwan, pada proses penangkapan tersangka Kukuh oleh para pengemudi ojol, terkena sabetan senjata tajam ditangan dan dimulut.

• (Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.