Keputusan Belum Incraht, H Afrizal A Lana Tegaskan, “Ketua DPRD Depok Harus Belajar Lagi”

  • Whatsapp

DEPOK, (Jawa Barat), media3.id – “Harusnya kita menghormati proses hukum terlebih dahulu. Jika keputusan peradilan telah incraht atau berkekuatan hukum tetap, silahkan saja PAW dilaksanakan,”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh H Afrizal A Lana saat melakukan wawancara di Sukatani Tapos Kota Depok, Kamis (18/8), yang merupakan anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok Komisi D, dalam menanggapi surat Pergantian Antar Waktu (PAW) yang diterimanya beberapa waktu lalu dari Internal partainya yaitu partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Read More

“Namun demikian, saya menegaskan bahwa ini adalah hubungan internal partai kami, dan proses dalam perkara ini sedang berjalan di Mahkamah Agung (MA), jadinya belum incraht. Selain itu, saya menolak dengan adanya PAW ini. Karena jika saya menerima PAW ini, secara jelas saya mengakui bahwa saya telah melakukan kesalahan fatal yang bisa merugikan partai, padahal tidak. Untuk itu saya harap pihak luar, tidak ada yang mencampurinya”, tegas Afrizal.

Tetapi pada kenyataannya, DPRD dan Pemerintah Kota Depok mengeluarkan Surat Keputusan yang dilayangkan kepada Gubernur Jawa Barat dan terkesan dipaksakan.

“Kenapa saya bilang dipaksakan?, karena hal itu dilihat sejak dikeluarkannya surat keputusan tersebut dengan mendahului proses peradilan serta ketidakmampuan ketua DPRD yang menulis nama saya, tidak sesuai dengan ejaan yang semestinya”.

“Saya menganggap bahwa Ketua DPRD Kota Depok tidak profesional ! Ini namanya maladministrasi. Dugaan saya, DPRD Kota Depok dan Walikota Depok H. Mohammad Idris seolah mendorong melalui surat tersebut untuk secepatnya mem-PAW kan saya. Lalu, yang menjadi pertanyaan saya ada apa???”, Papar Afrizal.

“Saya sampaikan kepada ketua DPRD Kota Depok yaitu bapak H. T..M Syahputra untuk belajar lagi, karena hal ini menunjukan ketidakprofesionalan seorang ketua DPRD kota Depok dalam menjalankan tugas dan fungsinya”, ungkap Afrizal dengan nada tegas.

Sementara itu, Sukma Indra Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Depok menambahkan bahwa, “Saya sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Depok terkait maladministrasi penulisan nama dari SK yang telah dikeluarkan.

“Hal itu menunjukan bahwa secara tidak langsung, Ketua DPRD Kota Depok sudah menelanjangi dirinya sendiri dengan hal tersebut hingga melakukan kesalahan fatal”, ujar Sukma.

“Sebagai warga Depok, saya sangat prihatin melihat ketidakprofesionalan seorang Ketua DPRD Kota Depok dimana sebetulnya, ia mewakili Marwah dari partainya, yang sudah seharusnya ia jaga segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya, Pungkasnya. (Ardhie)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.