Konsolidasi Serikat Pekerja Atau Buruh Dilaksanakan Tri Wulan Sekali

  • Whatsapp

Plt Walikota Cimahi Ngatiyana saat memberikan sambutannya di hadapan kaum buruh di gedung Technopark Baros Cimahi

CIMAHI, Media3.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi dalam tiga bulan (Tri Wulan) sekali menggelar Konsolidasi bersama serikat Pekerja atau Serikat Buruh, di Gedung Technopark Kota Cimahi, Rabu (22/6/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Plt Walikota Cimahi, Ngatiyana, Kepala Dinas Tenaga Kerja Yanuar Taufik dan puluhan Serikat Buruh SBSI yang hadir mengisi acara tersebut.

Menurut Ngatiyana saat di konfirmasi di sela-sela acara menjelaskan,

“Saya melaksanakan konsolidasi pekerja atau buruh dari SBSI independen 92,” ujar Ngatiyana.

Hal itu dilakukan, terang Ngatiyana, untuk menciptakan sinkronisasi dan harmonisasi antara pemerintah dan pekerja, termasuk perusahaan,

“Kalau kita sering-sering mengadakan pembinaan, insyaallah kita akan berjalan dengan aman dan nyaman,” tukasnya.

Hal sebaliknya tutur Ngatiyana, bila tidak ada komunikasi dan silaturahmi antara buruh dan pemerintah, terntu akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Alhamdulillah kita saling membuka, kita saling tolong menolong antara buruh, pemerintah dan perusahaan,” ucapnya.

Dan hal ini lanjut dia, bahwa acara konsolidasi dengan buruh dan perusahaan, akan tetap dilakukan secara rutin tiga bulan sekali,

“Dengan adanya ajang silaturahmi yang di lakukan secara rutin ini, Kota Cimahienjadi aman, tertib dan tentram,” imbuhnya.

Saat disinggung adanya varian baru Covid-19 yang masuk ke Cimahi, Ngatiyanapun mendengar hal itu,

“Saya mendengar hal itu saat zoom meeting ataupun secara virtual mengenai PPKM di Bandung Raya yang di pimpin oleh Pak Gubernur, memang ada informasi bahwa varian baru yaitu B-45 yang telah masuk di Jawa Barat,” paparnya.

Itupun kata Ngatiyana kembali, bahwa khususnya di Cimahi ada satu orang yang terinveksi varian baru B-45,

“Memang kami belum cek terlebih dahulu, memang informasi ini dari Provinsi Jawa Barat, sehingga kita akan cek B-45 ini seperti apa,” ucap Ngatiyana.

Ternyata, sambung Ngatiyana, informasinya sama dengan omicron tidak sama dengan delta, gejalanya adalah pilek, batuk dan demam saja,” beber Ngatiyana.

(Sinta/bs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.