Adanya Penyakit Mulut Dan Kuku Sama Dengan Covid Hilang PMK Datang

  • Whatsapp

Nara sumber Asisten II Pembangunan dan Perekonomian Kota Cimahi Achmad Nuryana (kiri) dan Sekdis Dispangtan Kota Cimahi Asnadi (Kanan)

CIMAHI, Media3.id – Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada binatang Sapi, di kelurahan Cibabat Cimahi Utara, Rabu (22/6/2022).

Bacaan Lainnya

Sebagai Narasumber Asisten II Bagian Pemerintahan Kota Cimahi yang di dampingi sekretaris Dispangtan Asnadi, menjelaskan,

“Sebagaimana akan menjelang Hari Raya Idul Kurban, hewan ternak seperti sapi, harus mulai diperiksa dengan bahayanya penyakit mulut dan kuku (PMK), karena layaknya seperti Covid-19, hanya ini menyerang terhadap hewan ternak,” terangnya.

Selanjutnya menurut Achmad Nuryana, bahwa pada tanggal 18 Juni 2022 yang baru lalu, pihak pemerintahan Kota Cimahi, para Sekda seluruh Jawa Barat sudah di kumpulkan melalui zoom Meeting oleh Sekda Propinsi, Kadis Pangtan Propinsi, terkait maraknya penyakit Mulut dan Kuku sudah mulai masuk wilayah Jawa Barat.

Karena sambung, Achmad, gejala-gejala PMK tersebut kematian buat hewan itu sendiri,

“Gejala-gejalanya mulut hewan akan membengkak, dan kitapun belum tentu mau memakan dagingnya,” ujar Achmad.

Namun paling utama, lanjut Achmad, bila hewan terserang Penyakit Mulut dan Kuku, merupakan kerugian secara ekonomi,

“Kalau Penyakit Mulut dan Kuku ini menyebar, secara luas kemungkinan besar kematian ternak akan banyak,” imbuhnya.

Imbasnya menurut Achmad, merupakan kerugian besar bagi para peternak,

“Kemudian kita juga akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan daging ternak ataupun susu,” paparnya.

Jadi saran Achmad, masyarakat harus betul-betul melakukan kegiatan atau aktivitas melalui Satgas,

“Satgas bertugas untuk menurunkan angka penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku ini, kepada ternak-ternak yang ada dalam menghadapi kurban ini,” ujar Achmad.

Achmad-pun akan menyepakati beberapa hal seperti tim-tim satgas yang harus bertugas untuk Lalulintas masuknya hewan ternak ke Cimahi.

“Karena berdasarkan informasi dari Sekda Propinsi Jawa Barat dan Dinas Pangtan Propinsi, jadi hewan yang terindikasi PMK tersebut berawal dari Jawa Tengah, masuk pertamakali di temukan dari Garut, pada tanggal 5 Mei 2022, dan ternyata menyebar keseluruh Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat,” cetusnya.

Namun sambung Achmad, yang paling penting adalah lalulintas ternak,

“Kami mohon kerjasamanya dengan pihak Forkopimda, dari Kodim, kemudian dari Kepolisian, tentu saja dari Kejaksaan, untuk ikut bersama-sama kami, dengan Pemerintah Kota memantau pergerakan masuknya ternah itu, dari luar Cimahi,” bebernya.

Jadi sebelum tanggal 30 Juli, ternak hewan tidak ada yang boleh masuk ke wilayah Kota Cimahi, dari manapun juga.

“Walaupun dari KBB dan sebagainya, walaupun memang kita agak sulit untuk menahan laju perdagangan, tapi kita himbau jangan dulu mau menerima ternak sebelum tanggal 30 Juli, tegasnya sebelum tanggal 29 Juni tidak boleh ada ternak masuk ke Kota Cimahi dalam rangka mengantisipasi,”

Sebab sambung Achmad, di tanggal 29 Juni nanti akan di lakukan chek point dan titik-titik nya lebih ke batas-batas

“Misalnya Cihanjuang dengan batas KBB, kemudian Baros, dari tol jadi seperti jaman covid lagi, Covid hilang PMK datang,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan, sebagai nara sumber Asisten Pembangunan dan Perekonomian Achmad Nuryana, Sekretaris Dispangtan Kota Cimahi Asnadi, kasie Peternakan dan kesehatan hewan drh Retno Wulan, kabid Lalulintas Dishub Kota Cimahi Nur Efendi, para Lurah se Kota Cimahi, Ketua MUI Kota Cimahi Alan Nuridwan, dan Forkopimda.

(Sinta/bs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.