H Usman Rachman: “Kado Terbaik Perintis Cimahi Jadi Otonom, Jl Cihanjuang Diganti Nama Jadi Jalan H. Soedarna TM sebagai Penghargaan Jas Merah”

  • Whatsapp

Tokoh masyarakat dan salah seorang perintis Kotif Cimahi menjadi Kota Otonom H Usman Rahman berharap pada Walikota Cimahi Ngatiyana dan DPRD Kota Cimahi Jl Cihanjuang di ganti namanya jadi Jalan Soedarna, TM untuk mengenang jasa-jasanya

CIMAHI, Media3.id – Salah seorang perintis Kota Cimahi dari Kota Administratif menjadi Kota otonom, H. Usman Rachman dari LSM Fopdar yang bergabung dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Kota Cimahi, saat di konfirmasi di rumahnya, jalan Babakan Radio 26, Selasa (21/6/2022).

Bacaan Lainnya

Usman angkat bicara terkait jasa-jasa mantan wakil Gubernur Jawa Barat Drs H Soedarna TM, SH (Alm), bahwa kata Usman tanpa adanya Soedarna TM dan istrinya Hj R Oyamah, Cimahi otonom tidak akan terbentuk secara mulus.

“Didalam buku terbentuknya Kotif menjadi Kota Otonom, disini ada tulisan In memorium dan ungkapan terimakasih, urutan nomor 2, tercatat Bapak H Soedarna TM,” ungkap Usman.

Disinilah, lanjut Usman, pihaknya ingin menjelaskan, bahwa di dalam buku tersebut ada ucapan terimakasih kepada militan pejuang.

“Salah satunya adalah diantara nama tersebut ada nama Pak Soedarna TM, artinya Pak Soedarna itu berjuang keras untuk membantu mewujudkan Kota Cimahi, dengan kewenangan yang dimilikinya,” imbuh Usman.

Jadi maksud Usman, Soedarna TM, merupakan orang yang memfasilitasi dengan kewenangannya sebagai Wakil Gubernur pada saat itu,

“Dan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan, untuk mewujudkan Kota Cimahi menjadi Kota Otonom,” tukasnya kembali.

Selanjutnya kata Usman, salah satunya pemerintahan Kota Cimahi yang telah mengundang putranya Soedarna,

“Tapi tidak hanya sekedar mengundang, karena Pak Soedarna itu bukan tokoh sekedar ikut-ikutan, itu salah besar, justru Pak Soedarna itulah sebagai tokoh pemikir, tokoh Penggerak, dan tokoh yang menuntun, karena yang menuntun itu merupakan penengah,” ucap Usman.

Karena sepengatahuan Usman, Soedarna TM sangat memiliki andil yang sangat besar dalam perjuangan Kota Cimahi menjadi otonom tersebut,

“Bahkan dalam pergerakan pejuangan Cimahi otonom tersebut, saya tahu persis, para putranya ikut berjuang dengan dikomandoi oleh Istri beliau Ibu Oyamah, sampai ngawal teman-teman dari Sekber, yaitu Lucky,” terangnya.

Diakui oleh Usman, bahwa Lucky juga punya peran dalam mengawal sampai ke Jakarta,

“Jadi Pak Soedarna perannya sangat besar, jadi saya berharap dan menganjurkan kepada Pemerintahan Kota Cimahi dan pihak DPRD, seandainya jalan Cihanjuang ini di ganti namanya jadi jalan H Soedarna TM, kenapa demian? Karena Pak Soedarna pernah jadi Walikota Administratif (Kotatif) Cimahi yang pertama di Indonesia, pada tahun 1976,” terangnya.

Menurut dia, Kota Administratif di Indonesia pada saat itu ada tiga, yaitu Cimahi Jawa, Bitung dan lainnya.

“Untuk menghormati pada Pak Soedarna, jadi pihak pemerintah Kota Cimahi bukan hanya memberikan penghargaan yang ditulis saja, Saya Usman, meminta dan berharap, tolong misalkan jalan Cihanjuang menjadi jalan Soedarna TM,” tegasnya.

Hal itu diminta oleh Usman, di karenakan Soedarna TM juga harus di hormati bukan saja dirinya sebagai Wakil Gubernur pada saat itu, tapi karena Soedarna juga pernah jadi Walikota Kotatif Cimahi.

“Juga beliau membantu Cimahi jadi Kota otonom, yang jelas beliau ini banyak jasanya, sekali lagi saya minta kepada pemerintah Kota Cimahi dan wakil rakyat, tolong jalan Cihanjuang di ganti namanya jadi Jalan Soedarna TM, ini merupakan penghargaan pada yang lebih berarti dan dikenal,” imbuhnya.

Karena Soedarna merupakan sebagai Bapak Pembangunan Cimahi pada saat Kotif, dan kota Cimahi menjadi kota otonom,

“Jadi Pak Soedarna itu mengawal pada saat Cimahi menjadi Kota Otonom, dengan kewenangan yang dimilikinya, di Propinsi Jawa Barat, serta peran ibu Oyamah yang ikut aktif berjuang pula,” bebernya.

Karena Oyamah, sambung Usman, adalah seorang guru dan pendidik,

“Jadi beliau paham tentang bagaimana untuk membantu Cimahi jadi Kota Otonom dengan melalui organisasi FKPPI dan lain sebagainya,”

Usmanpun menjelaskan pula, bahwa kalau Cimahi ini dalam HUT Kota Cimahi ke 21, momentum yang terbaik adalah jadikanlah jalan Cihanjuang di ganti namanya jadi jalan Soedarna TM,

“Dapat diabadikan sebagai penghargaan kepada beliau, mohon walikota, dan anggota DPRD sebagai wakil rakyat, berikan hadiah yang terbaik sebagai kado untuk seseorang yang memang punya jasa besar, nah itulah yang dinamakan JAS MERAH, jangan melupakan Sejarah, bukan Jas Merah itu ingin di ingat-ingat,” pungkasnya.

(Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.