Rekomendasi Terhadap LKPJ di berikan oleh DPRD Kota Banjar kepada Wali Kota Banjar Tahun 2021

  • Whatsapp

BANJAR, Media3.id –

  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar menilai realisasi serapan anggaran daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar rendah. 

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi saat menyampaikan rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Banjar tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat Paripurna LKPJ Wali Kota Banjar tahun 2021, di ruang rapat Paripurna DPRD, Selasa (17/5/2022) malam. 

“Berdasarkan hasil pencermatan dan telaah terhadap LKPJ Wali Kota Banjar tahun 2021, terdapat sejumlah rekomendasi,” kata dia, Jumat (20/5/2022). 

Rekomendasi tersebut yakni rendahnya serapan anggaran pada tahun 2021 dan juga realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2021.

Dari total anggaran APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 803.826.210.669, terealisasikan hanya sebesar Rp 754.615.942.213 atau 93,88 persen.

Untuk kesehatan menjadi terendah dari segi penyerapan anggaran, yakni sebesar Rp 213.809.494.082 atau 85,92 persen dari aokasikan sebesar Rp 248.855.392.197.

“Hampir semua urusan capaianya rendah, kecuali perindustrian tidak mampu menyerap dan menggunakan anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti operasional UPTD RS Asih Husada Langensari,  hingga sampai saat ini belum bisa terwujud.

Terlebih alokasi anggaran yang digelontorkan tahun anggaran 2021 cukup besar, yakni sebesar Rp 15.567.124.600.

Pihaknya menilai pelaksanaan program perangkat daerah masih rendah. Karena belum mampu mendorong pencapaian visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar sepenuhnya. 

“Pansus meminta perangkat daerah, dalam menyusun program kegiatan harus berpedoman serta berorientasi pada capaian visi dan misi Wali Kota,” jelasnya.

Pihaknya juga merekomendasikan agar pemkot Banjar memaksimalkan peningkatan potensi PAD.

Karena dalam menetapkan PAD harus berdasarkan kajian atau uji petik pihak ketiga, sehingga didapat besarannya. 

Menurunnya realisasi PAD tahun 2021 dari  target sebesar Rp 138.053.491.482,  terealisasi hanya sebesar Rp 127.104.472.073 atau 92,07 persen.

Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih mengapresiasi atas masukan dan rekomendasi dari DPRD Kota Banjar, untuk kemajuan Kota Banjar kedepannya. 

Pelaksanaan program tahun 2021 telah direncanakan sesuai dengan ketentuan dan kewenangan.

“Urusan pemerintah telah diamanatkan undang-undang, dan dalam upaya pencapaian visi dan misi Kota Banjar tahun 2018-2023,” jelasnya. 

Namun, lanjut Ade dalam pelaksanaannya tidak dapat dipungkiri masih terdapat beberapa urusan, tidak dapat dialokasikan anggarannya.

Hal itu lantaran keterbatasan anggaran, dan diprioritaskan untuk penanganan Covid-19 serta program lainnya. 

“Kami telah berupaya semaksimal mungkin. Namun disadari disamping keberhasilan yang sudah diraih, masih ada kekurangan,” ujarnya. 

Oleh karena itu, Ade mengajak semua pihak untuk bersama-sama memajukan kota Banjar, agar lebih maju lagi.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.