Haji Isam Berperan Hindarkan Warga Kalimantan Selatan Dari Radikalisme Dan Intoleranisme

  • Whatsapp

Inisiator gerakan Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, saat berbincang dengan pewarta dalam kegiatan deklarasi Malang Kota Toleransi, beberapa waktu silam.

JAKARTA (DKI), media3.id- Sejumlah peran penting yang telah dan tetap terus dilakukan oleh Haji Syamsudin Andi Arsyad (Haji Isam) bagi Kalimantan Selatan, dan Indonesia pada umumnya, adalah mensejahterakan masyarakat melalui penyerapan menjadi karyawan pada perusahaan-perusahaan miliknya dan merawat kesehatan mereka melalui penyediaan sebuah rumah sakit bagi karyawan beserta keluarganya.

Bacaan Lainnya

Demikian dikemukakan oleh Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid kepada media3.id, Senin (20/6/2022).

“Saya pribadi merasa bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas berkah karuniaNya bumi Kalimantan Selatan selalu dalam keadaan damai, guyub-rukun, dan tentram di tengah-tengah masyarakatnya yang tumbuh dinamis. Termasuk peran Haji Syamsudin yang merakyat dan mengayomi masyarakat Kalimantan Selatan sebagai pengusaha yang mengawali reputasinya dari keadaan susah, dari nol, sehingga sukses,” ungkap Syakur.

Menurutnya, kesuksesan tersebut tak lain karena Haji Syamsudin demikian rendah hati melayani masyarakat, mencarikan solusi untuk menghindarkan masyarakat dari kemiskinan. Upaya mensejahterakan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut dilakukan melalui berbagai macam perusahaan yang dirintis secara sungguh-sungguh hingga menjadi berkembang pesat.

“Saya ketahui, tujuannya pun hanya satu, yaitu bagaimana masyarakat Kalimantan Selatan kemiskinannya dientaskan. Usaha-usaha strategisnya yang bermanfaat untuk negara, khususnya Provinsi Kalimantan Selatan, adalah sangat berarti besar. Adapun banyak fitnah yang berkembang merupakan tuduhan yang tidak punya dasar utuh,” tandasnya.

Perlu diketahui, lanjut Syakur, bahwa Haji Syamsudin adalah pribadi yang shaleh dan patuh hukum, dalam hal ini peraturan perundang-undangan keperusahaanan [korporasi; red] dan yang berkaitan dengan elemen-elemen kehidupan berbangsa.

“Dalam kapasitasnya sebagai pengusaha besar, Haji Syamsudin justru memikirkan berbagai dampak dari kemiskinan bagi masyarakat apabila dibiarkan berlarut-larut,” ucap Syakur.

Menurut habib penggagas gerakan Nurani Kebangsaan ini, sejumlah tudingan pelanggaran hukum yang diarahkan kepada Haji Syamsudin tak lebih dari sekedar fitnah. Aparat hukum, baik KPK maupun polri, tentu juga bertindak profesional dalam menyikapi pelaporan yang disampaikan oleh sebagian pihak.

“Prinsip sikap cinta tanah air dan bangsa lebih penting daripada segala hal lainnya tampak jelas terbukti dalam kiprahnya sebagai pengusaha nasional. Termasuk menghindarkan masyarakat dari radikalisme dan intoleranisme. Saya yakini, seluruh warga masyarakat Kalimantan Selatan pasti bangga dengan ketokohan Haji Syamsudin Andi Arsyad. Pun pasti aparat penegak hukum sangat teliti dalam menjaga kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan demi tiada konflik-konflik sedikitpun,” terang Syakur.

Ketampakan Masjid Al Falah, yang didirikan oleh PT Jhonlin Group

Persangkaan yang pernah dituduhkan secara subyektif kepada Haji Syamsudin tersebut tidaklah mempunyai dasar yang kuat untuk dijadikan sebuah perkara.
“Jadi sebaiknya seluruh warga Kalimantan Selatan saling bergandengan tangan merawat kerukunan dan selalu bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena bumi Kalimantan Selatan merupakan karunia yang sangat berarti, dan warganya meraih kehidupan yang mulia,” tandasnya.

Haji Syamsudin Andi Arsyad alias Haji Isam ini diketahui memiliki perusahaan bernama PT Jholin Grup, yang memiliki beberapa lini bisnis yaitu PT Jhonlin Baratama (batu bara), PT. Jhonlin Marine and Shipping (perkapalan dan ekspedisi laut), dan PT Jhonlin Air Transport (persewaan jet pribadi).

Omzet yang didapat Haji Isam dari bisnis batu bara mencapai Rp40 miliar per bulan, yang didapat dari mampu menjual 400 ribu ton batu bara. Bahkan tercatat bila aset Haji Isam kini sudah berada di angka Rp1 triliun.

Ia juga membangun beberapa fasilitas di Kalimantan Selatan yang salah satunya adalah Marina Permata Hospital. Fasilitas ini merupakan rumah sakit bertaraf internasional yang dibangunnya di Tanah Bumbu pada tahun 2014 ini.

Terkait dengan kiprah pembinaan spiritualitas keislaman, Haji Isam membangun sebuah masjid megah di Jalan Kodeco KM 2,5 Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu. Warga Kalimantan Selatan menyebutnya Masjid Al-Falah, Batulicin, diambil dari nama pusat kota Tanah Bumbu. Masjid ini dicat warna putih bernuansa emas di beberapa sisinya, dan berarsitektur timur tengah yang berpadu dengan ornamen khas Kalimantan Selatan.

Masjid dua lantai ini berdiri di tanah seluas 1,6 hektar yang area parkirannya mampu menampung ratusan mobil jamaah pengunjung masjid. Dibangun oleh Jhonlin Group bersama konsultan PT Graha Cipta Adi Prana dan kontraktor pelaksananya PT Grici Mas dari Jakarta.

“Tak hanya itu, pada Februari 2018 lalu Haji Isam mengumrahkan semua guru sekolahnya, SMPN 1 Mentewe, Tanah Bumbu. Mereka yang diberangkatkan adalah guru-gurunya yang bertugas saat ini, dan guru-guru yang mengajar tahun 1990 hingga 2000 beserta suami/isteri masing-masing yang keseluruhan berjumlah 250 orang. Bahkan juga menyumbangkan dana segar untuk sekolahnya senilai Rp 1,5 miliar,” papar Syakur.

Habib Syakur menyebutkan Haji Isam juga mendirikan sebuah rumah sakit berstandar internasional bernama Marina Permata Hospital‎. Rumah sakit ini berada di Jalan Kodeco KM 03 Gunung Besar Simpang Empat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
“Dikisahkan kala itu Kabupaten Tanah Bumbu membutuhkan rumah sakit yang mampu menampung 400 pasien rawat inap, yang ketika itu belum bisa dipenuhi oleh semua fasilitas kesehatan yang ada,” ucapnya.

Rumah sakit ini berdiri setinggi 3 lantai di lahan seluas 10 ribu meter persegi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming.

Tim Jhonlin Racing saat berlaga di Xtreme Off-road 4WD di sirkuit Watu Goong Galunggung, Tasikmalaya Jawa Barat, 26-27 April 2014.

Masyarakat Kalimantan Selatan juga menyebut Haji Isam adalah sosok yang tak ragu menyediakan dana milyaran rupiah untuk kegiatan filantropi, yang kiranya tidak berdampak keuntungan materiil baginya, yaitu membentuk tim balap yang ia namakan Jhonlin Racing Team, yang biasa merumput di kelas Jip Tubular offroad.

Tim ini memiliki homebase dan bengkel berfasilitas komplit. Jhonlin Racing diperkuat lima pembalap, di antaranya adalah Liana Jhonlin, putri Haji Isam. Dalam setiap kejuaraan yang diikutinya tim ini tampil all out.

Pada event Indonesia X-Treme Off Road Adventure Team di Sirkuit Sakura Gunung Goong Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 27 April 2014, tim ini datang dengan kapal landing craft tank (LCT) pribadi Haji Isam, yang mampu mengangkut 4 unit trailer container, 3 bis motorhomes, 1 crane truck, 1 water truck, 3 truk logistik dan spareparts, 4 mobil operasional pendukung (operational support), 1 unit ATV, 2 unit UTV, dan 5 unit mobil balap yang akan bertarung di sirkuit.

Hasilnya pun membanggakan warga Kalimantan Selatan, tim ini meraih 227 poin sehingga menempati posisi ketiga.

• (Degum/Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.