Terkait Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, Ini Yang Disampaikan Pembina Posko Timur Malang Raya

  • Whatsapp

MALANG (Jawa Timur), media3.id  – Pembina Posko Timur Malang Raya, Kadrian Hi Muhlis mendukung pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Hal itu bertujuan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Pernyataan tersebut juga senada dengan deklarasi dukungan DOB oleh 14 Kabupaten/Kota masyarakat Papua Barat pada Jum’at ( 17/6/2022) lalu.

Diketahui, Pemerintah menetapkan kebijakan moratorium pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) sejak tahun 2014 hingga kini. 

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 2/2021 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua justru mengamanatkan pembentukan daerah baru di wilayah Papua.

Dimana rencananya akan ada tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengatur pemekaran DOB di Papua, yakni RUU tentang Provinsi Papua Tengah, RUU Provinsi Papua Pegunungan Tengah, dan RUU Provinsi Papua Selatan.

“Saya sebagai Pembina Posko Timur Malang Raya turut bangga dan bahagia dengan seruan masyarakat Papua yang serentak telah mendukung penuh pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan DOB di Papua,” ujar Kadrian.

Diketahui, Pemekaran Papua akan meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP). “Papua adalah bagian dari integrasi wilayah kesatuan Republik Indonesia, maka proses pemerataan pembangunan di Papua menjadi proritas percepatan pembangunan pemerintah pusat untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan masyarakat Papua,” imbuhnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa DOB merupakan solusi bagi masyarakat papua dalam rangka pemerataan pembangunan, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan juga menjawab problematika di tanah papua.

Ia juga meminta kepada seluruh mahasiswa Papua khususnya dari Papua Barat yang mengenyam pendidikan di Jawa Timur Khususnya di Kota Malang agar turut mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di tanah papua.

Rian sapaan Pembina Posko Timur itu menambahkan, mahasiswa Papua fokus belajar agar nantinya saat kembali ke Papua dapat memberikan konstribusi nyata bagi masyarakat disana,

“Bukan membangun konflik atas kepentingan para elit. Karna tidak ada yang paling istimewa di muka bumi ini melainkan kita saling mendukung membesarkan,” pungkasnya.

Pemerintah sebagai penyelenggara negara juga berkemauan yang sama yang terbaik bagi warganya. (Ardhie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.