Nomor 2 Tertinggi Angka Pengangguran Di Cimahi, Dinas Tenaga Kerja Terus Berupaya Mencari Peluang Kerja Bagi Warga

  • Whatsapp

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Yanuar Taufik, Pengangguran Kota Cimahi Tertinggi Di Jawa Barat jadi PR buat Disnaker

Bacaan Lainnya

Cimahi, Media3.id – Berdasarkan data verifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, bahwa Kota Cimahi angka pengangguran nya masuk rangking 2 se Jawa Barat.

Tercatat ada 13,3% atau sebanyak 39 ribu angka penganggurannya di Kota Cimahi.

Hal itu di benarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Yanuar Taufik, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, hal itu merupakan PR bagi pihak Disnaker, Minggu (19/6/2022).

Maka dari itu kata Yanuar, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, saat ini terus berupaya untuk menekan jumlah pengangguran di Kota Cimahi. Di antaranya mengirimkan tenaga lokal ke luar negeri itu mengikuti program kerja magang ke Jepang, dan pelatihan 100 pegawai di PT Sansan Saudaratex beberapa bulan lalu, juga sudah diterima kerja di PT Sansan Saudaratex itu sendiri.

“Memang ini merupakan suatu PR yang harus diselesaikan, fluktuasi meningkatnya pengangguran di Cimahi menjadi tinggi, ini dari imbas pandemi covid-19 pada tahun 2020 lalu, dimana banyak karyawan pabrik yang dirumahkan,” tukasnya.

Namun kata Yanuar, pihaknya tidak akan tinggal diam, dan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Media Internusa, untuk melakukan pelatihan-pelatihan bahasa Jepang.

“Karena pada saat covid dari pihak Jepang itu sendiri baik penerimaan pekerja maupun penerimaan magang di sana ditutup, sekarang mulai dibuka kembali, dan kami sudah mengirimkan 5 orang magang disana, tinggal sisanya 20 orang lagi yang akan berangkat ke Jepang di akhir bulan Juni 2022,” kata Yanuar.

Di akui oleh Yanuar, pendaftaran dalam pelatihan kerja tersebut semuanya ada 100 orang, dan yang terseleksi berangkat ke Jepang semuanya ada 25 orang, sisanya 31 orang sudah bekerja di Perusahaan Jepang yang ada di Cimahi.

Dosen pembimbing Latihan Pekerja dari Unpad Prof Diky Muslim

Begitu pula menurut dosen pembimbing pelatihan kerja di Media Internusa Prof. Diky Muslim, dosen Unpad, menjelaskan, bahwa potensial anak-anak orang Cimahi cukup besar,

“Hanya tinggal etos kerjanya yang harus dibangun lagi, sebab di Jepang, sebelum bahasa yang di pelajari, kita harus mempelajari terlebih dahulu budaya disana,” tukas Diky.

Karena kata Diky, di Jepang sangat menghargai ketepatan waktu,

“Di Jepang, kalau kita sudah bangun sholat subuh, itu tidak harus tidur lagi, mereka langsung giat untuk bekerja, mohon maaf kalau di kita kadang sudah bangun subuh langsung tidur lagi, hal seperti ini yang harus dirubah,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja lanjut Diky, Jepang 24 jam bekerja, “Kadang anak-anak kita hanya bekerja dari pagi sampai siang saja, hal ini juga harus diberikan pengertian kepada anak didik, bahkan sambil tidur juga bisa belajar, asal tahu tekniknya,” imbuh Diky.

Hal yang sama di ungkapkan oleh Kepala Media Internusa Deni Pramandita Nur, terinpirasinya Deni ingin bekerjasama dengan pihak Disnaker Kota Cimahi, karena pihaknya melihat angka pengangguran di Kota Cimahi tertinggi di Jawa Barat,

“Akhirnya kami datang ke Pak Yanuar untuk memecahkan masalah tersebut,”jelasnya.

Dan saat ini pihak Media Internusa sudah memberangkatkan 5 orang yang magang ke Jepang di bagian teknisi mesin,

Kepala LPK Media Internisa Deni Pramandita Nur

“Tinggal 20 orang lagi yang akan kami berangkatkan, ada yang ke Naga Saki, ada yang ke Hirosima magang di Restauran, Robotik, Industri, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Memang di akui oleh Deni dari pendaftar 100 orang, 25 orang yang berangkat ke Jepang, 31 orang yang bekerja di perusahaan Jepang yang ada di Cimahi, sisanya akan mengikuti pelatihan kembali di karenakan tidak ada ijin dari orang tuanya untuk berangkat ke Jepang,” tukasnya.

(Sinta/bs).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.