Bangunan Fisik dan Interior MPP Serap Anggaran APBD Sebesar Rp 120 Milyar.

  • Whatsapp

MPP siap beroperasi diakhir bulan Desember 2022

CIMAHI, Media3.id – Fisik Bangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Interior telah menyerap anggaran sebesar Rp 120 Milyar.

Bacaan Lainnya

Hal itu di benarkan oleh Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Kontruksi (BTBJK) pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Deni Herdiani saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Jum’at (17/6/2022).

Menurut Deni, bahwa pembangunan MPP sudah di rencanakan pada tahun 2017,

“Bahwa kerjasama antara Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB), jadi proses-proses perencanaan anggaran itu dimunculkan pada Tahun 2017 dan 2018,” jelasnya.

Barulah, lanjut Deni, pada tahun 2019 di adakan pelelangan,

“Barulah pada tahun 2019 proses pelelangan dengan nilai awal itu dalam proses perencanaan Rp 98 Milyar,” terang Deni.

Karena pada saat itu akan di masukan ke pelaksanaan fisik, minta di ulang harga,

“Sehingga mencapai di angka Rp 120 Milyar, hal itu belum termasuk harga interior yang terpisah,”

Setelah itu, sambung Deni kembali pihaknya untuk bangunan fisik saja menjadi Rp 83,5 Milyar,

“Jadi dari yang direncanakan nilainya Rp 120 Milyar, anggaran yang ada cuma Rp 83,5 Milyar,” tukasnya.

Saat di lakukan pelelangan yang pertama tahun 2019, berdasakan keterangan Deni, ternyata terjadi gagal lelang,

“Bahkan dalam lelang ke dua juga masih di tahun 2019, yang tersisa tiga bulan setengah ujung-ujungnya kita meriview ulang, jadi dengan waktu yang tersisa apa yang bisa kita kerjakan,” sambungnya.

Ternyata yang bisa dikerjakan hanya kontruksi sebesar Rp 40 Milyar

“Semua kontruksi di nilai hanya Rp 40 Milyar, dengan kontrak terakhir tahap ke satu itu sebesar Rp 38.658.009.000,”

Akhirnya pada toger 20 dilelang kembali,

“Lelang ke satu dengan nilai Rp 57 Milyar, akhirnya lelang kesatu gagal, lelang ke dua gagal, bahkan dengan cara penunjukan langsung juga gagal,” tukas Deni.

Barulah di Tahun 2021 ada anggaran kembali sebesar Rp 53,5 Milyar,

“Anggaran tersebut diserap dari APBD, dan sebagiannya lagi dari sisa DID, yang tertunda karena covid dan dalam kontrak terakhir di nilai Rp 45.281.773.000” terangnya kembali.

Jadi secara fisik keseluruhan nilainya mencapai kurang lebih Rp 80 Milyar,

“Karena ini dengan pembangunan dan perencanaan ke 2022 hampir empat tahun, fluktuasi harga kan naik-naik terus,” cetusnya.

Dalam posisi sekarang kata dia, fisik di lapangan masih banyak yang belum diselesaikan,

“Yaitu parkiran, pagar terus sarana prasarana masjid, dan semuanya membutukan kurang lebih Rp 15 Milyar lagi, semua bangunan fisik dapat diselesaikan, tapi ini di luar interior, dan untuk interior punya anggaran tersendiri,” beber Deni.

Jadi perencanaan yang duhulu pada tahun 2018 menurut Deni pula,

“Awalnya nilai interiornya cuma Rp 3 Milyar, dengan standar perkantoran biasa, ternyata masukan dari Menpan-RB untuk pelayanan kepada masyarakat yang lebih nyaman, maka nilainya dari Rp 3 Milyar menjadi Rp 25 Milyar, jadi totalnya yang kita kerjakan Rp 95 Milyar di tambah Rp 25 Milyar jadi jumlahnya Rp 120 Milyar,” papar Deni.

Karena kalau di kalkulasi awalnya Rp 120 Milyar,

“Awal-awal Rp 120 Milyar yang seharusnya eskalasinya naik di Rp 150 Milyar dan dalam proses ada penawaran turun 20% jadi di ujungnya di net riil kurang lebih ya di Rp 120 Milyar,”

Deni saat di singgung pembangunan lahan parkir, pagar dan masjid yang belum selesai, rencana pelelangannya baru diusulkan penganggarannya tahun 2023.

“Anggaran 2023 kalau di Acc, maka pembangunannya di lanjutkan pada tahun 2023, kalau belum di Acc ya berlanjut ke tahun 2024,” ungkapnya.

Kalau secara fungsi, dimana pada akhir bulan Desember akan di langsungkan grand lauching, papar Deni itu dapat mulai di operasikan,

“Kalau secara fungsi, karena interior menyelesaikan yang di dalam, bisa mulai di operasikan, cuma yang di luar ada pagar yang di ujung belum selesai dan juga bagian di parkiran belum selesai, masih 30% lagi, jadi untuk launching pelayanan 1 dan 2 sudah bisa, interiornya cuma kebutuhan meja dan kursi dan penyekatan paling cuma untuk dinas, karena belum beres juga dinas bisa berjalan,” pungkasnya.

(Sinta/bs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.