Tampil Buruk Di Liga 1, Fans PSS Sleman Meradang

  • Whatsapp

Statistik bertanding Arthur Irawan yang ditandaskan oleh Direktur Utama PSS Sleman, Marco Paulo, saat menanggapi protes Fans PSS Sleman.

Sleman, Media3.id- Rentetan hasil buruk yang didapatkan oleh PSS Sleman pada kompetisi Liga 1 2021/22 membuat suporter mereka meradang. Puncaknya adalah kekalahan 3-1 dari Persebaya Surabaya pada laga pekan kelima, Rabu 29 September kemarin.
Manajemen juga tidak tinggal diam dan mendengarkan suara suporter yang kecewa. Dalam rilis resmi klub, manajemen mengatakan bahwa mereka memberikan teguran keras kepada tim pelatih akibat hasil minor yang didapat.

Mereka juga punya pandangan bahwa persiapan tim yang tidak cukup membuat kinerja para pemain sejauh ini belum maksimal di lapangan. Namun, langkah tegas siap diambil jika memang tidak ada perbaikan dalam segi hasil.
Setidaknya ada lima poin yang disampaikan manajemen PSS terkait hasil yang mereka dapatkan sejauh ini. Dalam poin tersebut, mereka menegaskan untuk siap bangkit pada pertandingan berikutnya, dan memonitor kinerja tim.

Lima Poin Pernyataan Resmi PSS Sleman tersebut adalah:

  1. Kami mengerti atas kekecewaan yang dialami oleh Sleman Fans, dan kami telah melakukan evaluasi secara menyeluruh.
  2. Manajemen PT PSS berikan teguran keras kepada tim kepelatihan. Namun atas dasar evaluasi, secara teknis waktu yang dibutuhkan untuk periodisasi belum didapatkan. Tim masih dalam proses untuk mencapai performa terbaik khususnya sisi fisik yang membutuhkan waktu sekitar 1.5 bulan terhitung sejak awal mulai berlatih. Manajemen percaya tim akan segera bangkit dan kembali ke performa seharusnya.
  3. Manajemen akan memonitor ketat performa tim pada seri kedua dan melakukan evaluasi kembali pada akhir seri kedua. Manajemen juga akan melakukan evaluasi terhadap pelatih kepala, dan mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk menjaga tim tetap dalam jalur yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana besar yang telah ditetapkan.
  4. Manajemen telah melakukan komunikasi terbuka dari hati ke hati dengan pemain, pelatih, ofisial, dan semua jajaran berkomitmen untuk bangkit dan mendapatkan hasil terbaik pada pertandingan berikutnya.
  5. Bersama ini kami manajemen, pemain, pelatih, dan ofisial meminta dukungan kepercayaan dari seluruh Sleman Fans. Dan bersama kita akan dapatkan hasil positif untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Di sisi lain, fans PSS Sleman juga mempertanyakan keputusan staf pelatih yang terus memainkan Arthur Irawan.
Menanggapi protes para fans, Dirut PSS Sleman, Marco Paulo meminta fans untuk melihat data statistik. Keributan ini ditimpali dengan celetukan, “Sakjane Arthur ki sopo to?” (Sebenarnya Arthur itu siapa?).

Apa yang terjadi ketika pelatih tidak berani mencadangkan pemain yang lagi jelek? Menurut Yamadipati Seno, ada dua hal yang bakal terjadi. Pertama, tim yang dia latih akan kehilangan keseimbangan dan ujungnya kalah. Kedua, seiring waktu, si pelatih akan kehilangan jabatannya. “Ya kalah terus, mau gimana lagi.
Oleh sebab itu, masuk akal ketika fans PSS Sleman protes keras. Tim kehilangan keseimbangan bakal kalah. Pelatih yang membiarkan timnya kalah, pasti dipecat dan pergi. Namun, ketika tim kalah, fans yang akan selalu setia mendampingi dan secara ikhlas menyerap segala sakit hati itu. Makanya, di sisi ini, fans boleh protes kalau kinerja manajemen PSS Sleman buruk sekali”, ungkap Seno.

Seorang fans PSS Sleman menunjukkan lembaran liputan sebuah tabloid olahraga tentang catatan laga yang gemilang di Liga 2 (2018) sehingga PSS Sleman bisa promosi ke Liga 1. Namun kegemilangan itu diciderai oleh pengaruh ‘investasi’ bagi klub, yang berdampak buruknya prestasi PSS Sleman. Fans pun meradang, dan meneriakkan:”Klub ini kami yang membesarkan, pakai patungan uang kami!”

Fans senior PSS Sleman ini menambahkan, kalangan fans sama-sama tahu kalau di sekitar Arthur Irawan ada “gosip hangat” yang beredar. Diduga, Arthur Irawan bisa terus main karena ada “titipan sponsor”. Bapaknya Arthur adalah salah satu pemilik saham PSS Sleman.

“Benarkah begitu? Arthur Irawan bisa terus bermain karena jaminan orang dalam? Kalau dugaan itu benar, maka manajemen PSS Sleman memang sedang sakit”, imbuhnya.

Sangat tidak sehat bagi sebuah skuad ketika 11 pemain utama tidak ditentukan oleh staf pelatih berdasarkan penilaian objektif ketika latihan dan selama pertandingan.

• (Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *