Desa Pagadungan Kibarkan Bendera Merah Putih Yang Sudah Robek & Kusam

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Bendera Merah Putih resmi dijadikan sebagai bendera nasional Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945. Telah ada pengaturan mengenai ketentuan ukuran bendera, penggunaan, penempatan, hingga aturan pidana terhadap pihak yang menghina Bendera Negara. Kamis (18/02/21).

Aturan tersebut termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam Pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b. Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Peristiwa Berkibarnya bendera Merah putih yang kusam dan robek terjadi di halaman Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Terlihat bendera terkesan dibiarkan begitu yang seakan akan pemerintah Desa Pagadungan cuek melihat bendera merah putuh yang warnanya sudah pudar dan robek tetap di kibarkan.

Saat akan dikonfirmasi ke Kepala Desa Pagadungan, pada saat itu tidak ada di kantor dan begitu juga dengan pegawai yang lainnya sedang tidak ada di tempat, padahal saat itu baru menunjukan pukul 13:55.

Saat dihubungi via handphon, Suwandi Camat Tempuran mengucapkan terima kasih kepada awak media karena telah mendapatkan informasi. Suwandi pun akan menegur langsung via handphon supaya bendera yang sudah robek dan kusam segera diganti. Selain itu, Camatpun akan memanggil kepala Desa Pagadungan.

“sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena telah memberikan infonya, nanti saya tegur kepala desanya sekarang lewat handphon, nanti setelah itu kepala desanya akan saya pamggil” Kata Suwandi, Kamis (18/02/21)

(Dmn Hr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *