Plt Wali Kota : Masyarakat Agar Tetap Tenang Namun Waspada Sikapi Potensi Bencana Sesar Lembang

  • Whatsapp

Plt Walikota saat dikonfirmasi wartawan

CIMAHI, MEDIA3.ID – Terkait potensi bencana sesar Lembang, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cimahi Ngatiyana, menghimbau kepada masyarakat Kota Cimahi diharapkan tetap tenang, namun tetap harus waspada.

Lembang merupakan sebagai salah satu daerah yang wilayahnya bersinggungan dengan sesar atau patahan Lembang, imbasnya Kota Cimahi-pun dapat ditimpa bencana gempa bumi kapanpun tanpa ada peringatan awal sama sekali.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menghimbau warga Cimahi agar waspada terhadap potensi bencana gempa bumi yang bersumber dari aktivitas sesar atau patahan Lembang tersebut.

Menurut Ngatiyana, karena berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa jarak Kota Cimahi dari lintasan Sesar Lembang hanya sekitar 3 kilometer di sebelah utara.

Sedangkan untuk Cimahi wilayah selatan berjarak sekitar 12 kilometer.

Sejalan dengan itu, pelepasan energi yang berdampak kepada gempa bumi akibat pergerakan Sesar Lembang sangat sulit untuk diprediksi.

Dalam kondisi seperti itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal demi menghindari jatuhnya korban jiwa manakala bencana tersebut benar-benar terjadi.

“Kalau di utara ini daerahnya Pegunungan atau bebatuan, tetapi kalau di selatan itu identik dulunya merupakan cekungan bekas danau purba. Kalau terjadi gempa dapat sama-sama akan menimbulkan goncangan yang begitu besar. Sehingga imbanglah antara utara dan selatan ini karena termasuk zona merah yang sama-sama riskan terhadap resiko gempa dari Sesar Lembang ini,” papar Ngatiyana.

Ngatiyana mengklaim, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisir potensi bencana yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas Sesar Lembang.

Salah satunya adalah dengan memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi.

Disamping itu, Ia juga meminta agar tenaga-tenaga kesiapsiagaan bencana di Kota Cimahi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran di tengah masyarakat tentang hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka penanggulangan bencana.

Adapun untuk kegiatan sosialisasi atau simulasi yang menghadirkan kerumunan massa, Ia mengaku tidak akan menempuh metode seperti itu karena dianggap terlalu riskan di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.

“BPBD sudah siap menggerakkan tenaga-tenaga kesiapsiagaan bencana yang selama ini sudah dilatih dan dididik, termasuk Kelurahan Siaga Bencana, Tagana, Katana, dan sebagainya untuk turun langsung ke masyarakat, nanti BPBD juga akan ke sekolah-sekolah baik SD, SMP maupun SMA, juga termasuk satuan-satuan TNI, Polri dan instansi-instansi masyarakat sipil. Semuanya supaya diberikan edukasi bahwa setiap saat dapat terjadi bencana gempa akibat pecahan sesar lembang,” terang Ngatiyana.

Sementara itu, dalam Siaran Pers yang diterima oleh Diskominfo Kota Cimahi, Kepala Stasiun BMKG Bandung Teguh Rahayu menyatakan, dari tahun 2012 hingga saat ini belum ada aktivitas gempa bumi dari Sesar Lembang.

Namun demikian, sampai saat ini belum ada alat ataupun metode yang dapat memprediksi kapan bencana gempa bumi akan terjadi. Oleh karena itu, informasi yang menyatakan bahwa tahun 2021 Sesar Lembang akan melepaskan energy yang dikumpulkannya sejak tahun 2012-hingga sekarang adalah informasi yang tidak benar atau hoax.

“Potensi kegempaan Sesar Lembang ada, hanya kapan waktunya, berapa besar magnitudonya, belum bisa diprediksi. Potensi kekuatan gempa bumi maksimumnya 6,8-6,9 Mw. Tapi bisa saja energy yang di-release hanya 40% atau 50% dari energy maksimumnya,” ujar Teguh.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.