Musrenbang Dibatasi Cegah Covid-19

  • Whatsapp

Pra musrenbang tingkat kelurahan Cibabat Cimahi

CIMAHI, MEDIA3.ID – Dalam pelaksanaan Musyawarah Peeencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2021, secara serentak pada tanggal 1 dan 2 Februari 2021.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kota Cimahi, Ngatiyana, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, dalam pelaksanaannya akan dibatasi tidak boleh berjumlah lebih dari 20 orang.

Adapun tahapan Focus Group Discussion (FGD)/pra-Musrenbangnya sendiri telah dimulai sejak Rabu (27/01) dan Jumat (28/01) lalu.

Tahapan Musrenbang tingkat kelurahan ini tetap digelar secara tatap muka namun dengan jumlah peserta yang dibatasi agar tetap memenuhi protocol kesehatan seiring dengan situasi pandemi Covid-19 yang tengah melanda Kota Cimahi.

Demikian diutarakan oleh Ngatiyana usai menghadiri kegiatan Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Kota Cimahi pada Kamis (28/01).

Diakui Ngatiyana, pelaksanaan kegiatan Musrenbang ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini memang cukup beresiko. Namun demikian, kegiatan tersebut mau tidak mau tetap harus dijalankan demi menopang penyusunan program-program pembangunan di Kota Cimahi ke depannya.

“Terlebih lagi, tahun 2022 nanti merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi untuk periode 2017-2022.
Untuk Musrenbang memang semuanya dilematis. Harus tercapai dan dikejar waktu juga, karena kalau tidak dilaksanakan nanti penyusunan program Pemerintah Kota Cimahi yang berorientasinya untuk masyarakat tidak bisa berjalan,” ujarnya.

Menurut Ngatiyana kembali, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh SKPD terkait termasuk jajaran aparatur kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan agar senantiasa menetapkan protocol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan Musrenbang di tingkat kelurahan.

Hal ini dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi terjadinya penularan Covid-19 diantara para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Plt Walikota Cimahi Ngatiyana, menjelaskan masalah Musrenbang dalam situasi pandemi tetap harus dilakukan hanya jumlah dibatasi

“Saya perintahkan untuk Musrenbang tingkat kelurahan (tetap) dilaksanakan tetapi dengan waktu dan jumlah peserta yang terbatas, tidak lebih dari 20 orang. Dari 20 orang ini dibagi menjadi 4 kelompok, dimana satu kelompok hanya 5 orang maksimal. Jadi pembahasannya itu benar-benar khusus secara terpisah dengan lima orang itu aja agar tidak berpotensi terjadi penularan Covid-19,”paparnya.

Pelaksanaan FGD/Pra-Musrenbang di Kel. Cibabat, Kec. Cimahi Utara dilaksanakan Kamis (28/01)

Musrenbang tingkat kelurahan itu, merupakan wadah untuk menentukan kegiatan prioritas kelurahan yang nantinya akan diusulkan pada Musrenbang tingkat Kecamatan, untuk kemudian dihimpun dan dinilai skala prioritasnya hingga menjadi kegiatan Pemerintah Daerah yang akan dibiayai dari APBD Kota, APBD Provinsi dan APBN.

Adapun tujuan dari pelaksanaan Musrenbang tingkat Kelurahan adalah untuk menentukan dan memutuskan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kelurahan sendiri baik melalui dana swadaya, Alokasi Dana Kelurahan (ADK), APBD maupun APBN.

Musrenbang tingkat kelurahan dihadiri oleh perwakilan unsur kecamatan (terutama Camat dan Kepala Seksi Pemerintahan), tenaga pendamping kelurahan dari kantor kecamatan, Lurah dan seluruh perangkat kelurahan di bawahnya, perwakilan unsur Puskesmas, LPM, TP.PKK, para ketua RW dan RT serta para tokoh masyarakat di setiap kelurahan.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.