Pengadilan Negeri Salatiga Mediasi Perkara Gugatan Mobil Fortuner

  • Whatsapp

Kuasa Hukum Penggugat, Caesar Wauran, SH., memperlihatkan dokumen gugatan di kantornya di kawasan Sidomukti Salatiga. (foto: istimewa)

Salatiga, Media3.id- Alfian Prabowo menggugat kedua orang tuanya, Dewi Firdauz dan dr Agus Sunaryo. Sebab setelah bercerai, orang tuanya ribut-ribut masalah harta gono-gini.
“Alfian menggugat orang tuanya, karena setelah mereka bercerai bukannya baik-baik malah ribut-ribut dan rebutan harta gono gini,” jelas kuasa hukum Alfian, Caesar Fortunus Wauran, Jumat (22/1/2021) lalu.

Harta yang digugat Alfian berupa sebuah mobil Toyota Fortuner. Menurut Caesar, mobil tersebut dibeli oleh ayah Alfian, dr. Agus Sunaryo.
“Pembelian mobil itu terjadi semasa sebelum perceraian, dan memang oleh ayahnya diperuntukkan bagi Alfian. Tetapi karena saat itu Alfian belum dapat menyetir, maka mobil digunakan ibunya,” jelas Caesar.

Gugatan ini didaftarkan ke PN Salatiga dengan nomor perkara 77/Pdt.G/2020/PN Slt. Proses persidangan sendiri telah dimulai pada November 2020.
Wakil Ketua PN Salatiga, Bambang Trikoro, SH., mengatakan proses sidang memasuki tahapan jawab-menjawab antara kedua pihak. Trikoro menyebutkan bahwa pihak pengadilan mengusahakan mediasi terhadap perkara anak gugat orang tua kandungnya ini.

“Kami mengusahakan mediasi, sudah kita beri kesempatan tapi memang belum ada kata sepakat,” ucap Trikoro, Senin (25/1/2021) kemarin.

Dalam gugatan perdata tersebut, tergugat Dewi Firdaus (ibu) diminta membayar uang sewa sebesar 200 juta rupiah karena menggunakan mobil tersebut sejak tahun 2013. Dan jika tak dapat membayar uang sewa tersebut, penggugat (Alfian) meminta rumah yang dihuni Dewi di kawasan Manyaran Kota Semarang sebagai jaminan.

Tergugat Dewi Firdauz (foto: istimewa/dok.dewi)

Dalam sidang di PN Salatiga dengan agenda replik pada Selasa (26/1/2021), Alfian (penggugat) melalui kuasa hukumnya Caesar Fortunus Wauran menawarkan kesepakatan damai.
Caesar mengatakan kesepakatan damai yang ditawarkan tersebut karena Alfian menginginkan tetap terjalinnya silaturahmi dalam keluarga.

“Apabila ingin dilakukan pembagian harta bersama, maka ditempuh jalan musyawarah untuk mencapai kesepakatan para pihak. Anak lelah melihat pertikaian, ingin damai. Berpisah secara baik tanpa sengketa. Sekarang kita dalam posisi menunggu respons dari tergugat terhadap tawaran kesepakatan damai ini,” kata Caesar.

Sementara itu kuasa hukum tergugat Dewi Firdauz, Hariyanto, SH., dari LBH Demak Raya mengatakan bila melihat dari obyek sengketanya, seharusnya persoalan ini bisa dimusyawarahkan, apalagi mobil tersebut menjadi sengketa pada harta gono gini dan sekarang masih tahap kasasi.
“Dengan posisi tersebut, tentu jika hakim cermat maka akan menolak gugatan yang diajukan,” terangnya.

Haryanto menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dan mencoba bertemu dengan Alfian.
“Sampai saat ini memang masih buntu, tapi komunikasi hati ke hati tetap diupayakan,” kata Hariyanto sembari menambahkan bahwa sidang akan dilanjutkan pada Rabu (3/2/2021) mendatang.


(Shaleh Rudianto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.