Akhir Aksi Perampok Setengah Miliar Tak Semanis Ciamis Manis

  • Whatsapp

Saat para perampok berhasil dibekuk tim Ditreskrimum Polda Jateng di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

Semarang, Media3.id-Kawanan perampok ‘Kelompok Lampung’ bersenjata beraksi di Semarang. Mereka telah merencanakan aksinya selama dua bulan sebelumnya.
Aksi perampokan tersebut terjadi hari Senin (18/1/2021) pukul 08.30 WIB di Jalan Krakatau VIII, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. Saat itu korban bernama Teguh datang menggunakan mobil putih dan parkir di seberang kantornya.

Dari rekaman CCTV terlihat Teguh turun dari mobil, kemudian ketika hendak menyebrang, datang empat orang yang mengendarai dua motor ke arah korban. Salah seorang di antaranya turun dan merebut tas berisi uang yang dibawa korban.

Polisi mendapati senjata api (senpi) berupa pistol rakitan saat menggeledah tas bawaan perampok.

“Ketika korban atas nama Teguh Murtiono sehabis mengambil uang di SPBU di Karangjati Ungaran kemudian didatangi pelaku dan merampas uang hasil penjualan BBM dari SPBU yang dibawa korban. Saat akan dikejar salah satu pelaku mengeluarkan tembakan untuk menakuti saksi di TKP. Dari TKP para pelaku melarikan diri ke Banyumanik. Di Banyumanik mereka tinggalkan dua kendaraan yang dimiliki dan memakai kendaraan sewa menuju Salatiga dilanjut ke Yogya, dengan pesan Grab”, terang Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

Polisi kemudian memburu para pelaku hingga akhirnya pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 13.00 WIB para pelaku berhasil dibekuk di Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penangkapan kawanan perampok ini terekam warga dan viral di media sosial.
Para pelaku yang ditangkap yakni Rahmat (39), Frans Panjaitan (36), dan Maftuhi (25) warga Bumijaya, Lampung Tengah. Kemudian Vidi Kondian (30) warga Mekar Jaya, Lampung Tengah dan Moch Agus Irawan (38) warga Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Gambar rekaman CCTV saat Teguh dirampok setiba di depan kantornya.

Dari tangan para tersangka disita berbagai barang bukti seperti dua sepeda motor, tiga pucuk senjata api beserta belasan peluru, dan uang tunai. Dari penangkapan itu terungkap motor yang digunakan pelaku untuk beraksi ternyata motor curian.
“Untuk kita ketahui juga kendaraan yang digunakan ini hasil curian di wilayah kita di Semarang Barat. Hasil curian pelaku atas nama Frans Panjaitan dan Maftuhi. Kedua pelaku ini curi kendaraan di Semarang Barat hari Sabtu (16/1), dua hari sebelum kejadian. Sementara untuk senjata api (senpi), para perampok itu mengaku mendapatkan di Lampung. Salah satu tersangka mengaku membeli senpi itu seharga Rp 15 juga termasuk peluru. Senjata api ini adalah rakitan milik saudara Frans satu senpi, Maftuhi satu dan Rahmat satu. Ini diperoleh di Lampung”, jelas Irwan.

Sementara itu dari barang bukti uang, diamankan sebesar 290 juta rupiah. Mereka membagi enam dan sebagian sudah ada yang dimasukkan bank dan dikirim ke keluarga.
“Dari barang bukti yang disita ada uang 290-an juta rupiah. Total yang dirampok 563 juta rupiah dibagi berenam, belum digunakan, masing-masing mendapat 90 juta rupiah. Sudah dimasukkan bank untuk dikirim ke keluarganya, nanti akan ditarik,” jelas Irwan.

Selanjutnya, otak pelaku aksi perampokan merupakan orang dalam perusahaan.
Pelaku yang bernama Susanto ini bekerja di perusahaan distributor gas berhasil ditangkap polisi di wilayah SPBU Ketileng Semarang pada Minggu (24/1/2021) malam.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana mengatakan pelaku merupakan warga Gayamsari, Semarang. Susanto datang menggunakan motor sesaat setelah para pelaku membawa kabur uang yang totalnya senilai 563 juta rupiah di dalam tas. Lantas, Susanto mengajak satu karyawan lain membonceng dan pura-pura mengejar.

Salah satu pelaku dari kawanan perampok itu, Frans Panjaitan mengaku mengetahui ada dua tas di dalam mobil korban setelah diberitahu oleh Susanto.
Mereka kemudian memantau dari balik tanaman dan langsung beraksi ketika korban turun dari mobil.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Wihastono mengungkapkan, tindak pidana pencurian ini sudah direncanakan sekitar dua bulan lalu. “Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP Jo Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan ancaman hukuman 9 tahun penjara”, tandasnya.•


(Shaleh Rudianto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.