Hasil Pemilihan RW 017 Taman Bukit Cibogo Leuwigajah Cimahi Jadi Polemik

  • Whatsapp

Ketua RT 02/RW 017 Andi Halim yang kecewa atas pemilihan Ketua RW017 Taman Bukit Cibogo yang memanipulasi data kependudukan

CIMAHI, MEDIA3.ID – Hasil dari pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 017 Perumahan Taman Bukit Cibogo Leuwigajah Cimahi yang dimenangkan oleh Wahyu Widyatmoko yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sosial (PKS), dengan peraihan suara sebanyak 284 suara.

Yang mengalahkan kedua calon, Asnim Supriatna yang mendapatkan suara sebanyak 36 suara, dan H. Agus Legi 114 suara.

Dengan kemenangan Wahyu tersebut, menjadi polemik karena pelaksana Tugas (Plt) Ketua Rukun Tetangga (RT) 02/RW.017 Andi Halim melayangkan surat ke Lurah Leuwigajah Agus Mamidin, dengan Nomor Surat : 002/SLP/RT 02/1/2021, Perihal Laporan Dugaan Kecurangan Manipulasi Data Kependudukan.

Ketua RW 017 Taman Bukit Cibogo Leuwigajah Asep Hendrawan, juga kecewa tatib yang sudah disosialisasikan tidak diindahkan terkait Permendagri nomor 18 tahun 2018

Menurut Andi, saat dikonfirmasi di Pemkot Cimahi dirinya usai melayangkan surat tembusan kepada bagian Hukum dan Pemerintahan Kota Cimahi menjelaskan, bahwa dalam pemilihan Ketua RW 017 Leuwigajah Cimahi,

“Ada anggota dewan yang mencalonkan sebagai ketua RW, tanda petik dia serakah, sudah dia pimpinan dewan, dan salah satu ketua partai di Cimahi, tapi masih serakah terhadap jabatan RW,” jelas Andi.

Karena kata Andi kembali, yang dikhawatirkan olehnya, bahwa anggota dewan tersebut sebelum pencalonan sebagai RW pernah memberikan sebuah mobil AVP untuk operasional RW 017,

Lurah Leuwigajah Agus Mamidin pemilihan RW 017 mengacu pada edaran perwal Walikota Cimahi.

“Yang jadi dugaan saya, anggota dewan tersebut pernah memberikan sebuah mobil kepada RW 017 yang tidak mencalonkan lagi, sebelum dia mencalonkan, dugaan saya, makanya dia berani mencalonkan RW dan menang, karena takut mobilnya keorang lain, supaya mobilnya ditarik lagi, itu dugaan saya,” katanya.

Begitu pula lanjut Andi, bahwa Wahyu dugaan Andi, tetap ingin menjadi Ketua RW, tujuannya untuk menguasai wilayah RW 017 demi kepentingan politiknya.

Begitu pula menurut Ketua RW017 yang masih menjabat Asep Hendrawan, saat ditelepon via selepon masalah pemberian mobil untuk operasional kegiatan RW 17, dirinya membenarkan, hanya pemberian mobil tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilihan Ketua RW 017,

Wahyu Widyatmoko Ketua RW 017 Taman Bukit Cibogo Leuwigajah yang rerpilih dan anggota DPRD Kota Cimahi dari PKS, dia tidak mencalonkan tapi dicalonkan Masyarakat.

“Karena pemberian mobil tesebut saat Pak Wahyu masih sebagai masyarakat biasa pada tahun 2015 beliau nyumbang mobil tersebut,” terangnya.

Kalau masalah keterkaitan penjaringan pemilihan Ketua RW 017, diakui oleh Asep, penjaringan calon Ketua RW semua dilakukan oleh panitia penjaringan, dari bulan Juli 2020.

“Bahkan saya sudah memberi tahukan kepada panitia masalah Tata Tertib pencalonan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bakal calon, termasuk masalah pendidikan calon minimal Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan termasuk permendagri nomor 18 Tahun 2018 pasal 8 ayat 5 itu yang menerangkan bahwa pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) tidak boleh merangkap jabatan dengan LKD lainnya dan tidak berpartai politik,” ungkap Asep.

Dilanjutkan oleh Asep, “Itu sudah saya sarankan kepada Pak Lurah, dan Pak lurahpun menandatangani Tatib tersebut,” jelas Asep.

Bahkan Asep juga menyesalkan hal tatib yang sudah ditanda tangani, tapi kenyataannya jadi berubah, Asep tidak merasa ikut campur secara jauh, karena bukan kewenangannya,

“Semua kewenangan pihak panitia pemilihan, saya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tatib tersebut, kenyataannya lain seperti itu, entahlah,” ucapnya.

Karena kata Asep setelah disosialisasikan tatib tersebut, bahkan juga dishare kekelurahan, bahkan kelurahan juga sudah ada yang mempertanyakan masalah ini, “Menurut Lurah, mereka mengacu kepada pasal 14 tentang Perwal, lho mau mengacu Perwal gimana, perwalnya saja belum ada,” ucap Asep.

Sedangkan menurut Lurah Leuwigajah Agus Mamidin, saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, pihaknya sudah mengetahui aturan dari Permendagri nomor 18 Tahun 2018.

Hanya kata Agus, harus dilihat dan dikaji kembali permendagri Pasal 14 yang diatur dalam 1. Peraturan Menteri ini berlaku mutatis mutandis bagi pembentukan LKD dan LAD di kelurahan.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengaturan dan
penetapan LKD dan LAD di kelurahan diatur dengan
Peraturan Bupati/ Peraturan Wali Kota.

“Bicara masalah Pak Wahyu sebagai anggota dewan, itu pasti, tapi kan dia belum dilantik dan belum sah juga,” ujar Agus.

Karena kata Agus, Permendagri itu jangan dilihat dari pasal 8 ayat lima saja,

“Tapi harus dikaji kembali pada pasal 14 ayat 2 masih di Permendagri nomor 8 tahun 2018, Ketentuan lebih lanjut mengenai pengaturan dan
penetapan LKD dan LAD di kelurahan diatur dengan
Peraturan Bupati/ Peraturan Wali Kota,” jelasnya.

Berarti dikelurahan, lanjut Agus, “Diatur berdasarkan peraturan Bupati atau Walikota, kemarin ini di perwal nomor 31 tahun 2015, ini hanya contoh, bahwa masa jabatan RT, RW itu hanya tiga tahun di perwal, kemudian diterapkan di Cimahi jadi lima tahun melihat dari Permendagri nomor 18 tahun 2018, kalau perwalnya kan belum ada, juga perdanya juga belum, SKnya juga belum, cuma waktu itu Walikota mengeluarkan surat edaran yang menerangkan masa jabatan RT, RW dari tiga tahun menjadi lima tahun, sesuai dengan Permendagri nomor 18 tahun 2018, semua berdasarkan surat edaran nomor 61 tahun 2920,” ungkapnya.

Wahyu Widyatmoko saat dikonfirmasi diruangan kerjanya DPRD Kota Cimahi Jalan Drs Hj Djulaeha Karmita nomor 5, dirinya mengakui masalah Permendagri nomor 18 tahun 2018 tersebut.

Bahkan kata Wahyu, diapun sudah memberitahukan kepada masyarakat dan panitia, bahkan pihak kelurahan, terkait peraturan Permendagri tersebut.

“Saya tidak mencalonkan diri masalah ini, saya hanya diminta oleh masyarakat untuk maju memimpin Masyarakat secara tugas sosial ini,” kata Wahyu.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.