Pembangunan Gedung Pemda Dua Selesai Sesuai Prosedur, Tapi Belum Ditempati Sudah Rusak

  • Whatsapp

Karawang, Media3.id- Pembangunan Gedung Pemda 2 dinyatakan selesai. Pembangunan Gedung yang menelan anggaran 50 miliar itu sudah diserah terimakan kepada Pemkab Karawang pada Bulan Februari 2018 (karawangkab.go.id). Namun ironisnya, belum juga ditempati sudah rusak sehingga salah satu Kantor Dinas yang mestinya sudah menempati hingga kini masih menumpang di gedung Islamic center.

Dari awal pembangunan Gedung pemda dua sempat menjadi sorotan public, karena anggaran yang menelan puluhan miliar tersebut dianggap kurang maksimal dalam pengerjaanya, bahkan kini lantai atas yang mestinya telah ditempati oleh Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) karawang kini rusak berat.

Salah satu aktivis asal karawang Pacajihadi Al panji Sekjen LSM Kompak Reformasi kini kembali angkat bicara soal pembangunan Gedung pemda 2. Menurutnya diera kepemimpinan Cellica-Jimmy banyak sisi kelemahan karena hanya membangun dan membangun namun tidak memperhatikan aspek manfaat.

“jadi pemerintahan Cellica Jimmy yang sudah lalu-lalu 5 tahun kebelakang, saya melihat banyak sisi lemahnya disitu. Jadi hanya membangun-membangun tidak memperhatikan aspek manfaat. Jadi pembangunannya hanya fokus pada proyek dan proyek saja bagaimana menghabiskan APBD. Itu yang saya perhatikan. Banyak pembangunan-pembangunan yang tidak bermanfaat” kata Panji, Sabtu (09/01/2021)

Panji pun mengatakan soal Klalitas pembangunan Gedung pemda dua tentunya menjadi pertanyaan, sehingga berdampak pada manfaat dari gedung itu sendiri yang dianggap mubazir karena sudah rusak dan masih ada ruangan yang belum ditempati. Bahkan iapun menjelaskan soal pembangunan jembatan di Loji yang sudah selesai tapi jalannya tidak dibuat.

“Jangankan masalah kwalitas, manfaatnya saja banyak yang tidak jelas. Pembangunan jembatan contohnya yang di Loji, jalannya belum ada sudah dibangun jembatannya. Kembali ke pemda 2 ya seperti itujadi tidak ada perencaan yang matang”, ungkapnya

Saat ditanya soal mungkinkah ada ada bagi bagi kue soal pembangunan Gedung pemda 2?, Panji belum bisa menjelaskan karena perlu ada pembuktian secara hukum, namun ia menduga kemungkinan ada tapi sulit dibuktikan.

“kalua sejauh itukan sulit dibuktikan. Apakah ada ploting itu ya kemungkinan besar ada ya memang sulit dibuktikan. Ya kita belum sejauh itulah”, tuturnya.

Menurutnya pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) harus bermanfaat bagi masyarakat dan jangan lepas dari pengawasan karena untuk pembangunan Gedung pemda dua kata panji tidak bermanfaat termasuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ia sebut terbengkalai

“masalahnya bangunan APBD harus bermanfaat, jangankan untuk masyarakat, untuk dinas-dinas saja tidak bermanfaat contohnya BLK juga sama seperti itu banyak yang terbengkalai” tuturnya.

Dari awal pembangunan Gedung Pemda 2, panji sempat melaporkan ke Kejaksaan Agung RI karena dianggap bermasalah sebab pemenang tender sudah diumumkan namun belum juga dikerjakan.

Dari awal sajakan bermasalah. Dulu itu terutama pemenang tender pemda dua tahap dua dulu itu yang bermasalah sekali. Dulu saya pernah melaporkan ke kejaksaan agung. Pemenangnya sudah diumumkan, tingga beberapa bulan kemudian belum dikerjakan juga. Ketika dikerjakan pekerjaanya seperti itu seperti membangun pos ronda” pungkasnya.

Kini Gedung pemda 2 sudah ditempati 3 instansi yaitu Dinas DPMPTSP, PRKP, dan Dishub. Sedangkan ruangan untuk instansi Diskominfo saat ini bila hujan mulai digenangi air akibat bocor dan plafonpun rusak.

Dmn Hr

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.