Oknum RT Diduga Pungli Bantun UMKM & BLT DD

  • Whatsapp

Karawang, Media3.id- satu persatu terus bermunculan warga Desa Pulosari Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang mengaku dirugikan oleh oknum RT yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap warganya yang mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti bantuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD).

Seperti yang disampaikan Naim warga Dusun Pulogadung, RT 008/003, Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang yang mendapatkan bantuan dari BLT DD sebesar 600 ribu rupiah, namun setelah uang diambil dari desa, ternyata selah sampai ke rumah, datang oknum RT yang meminta uang sebesar 200 ribu dengan dalih untuk warga yang tidak dapat.

“dapat 600 ribu terus dipotong 200 ribu katanya untuk yang enggak dapat. Dipotongnya di rumah oleh RT sarto, alasannya untuk yang enggak dapat”, kata Naim menjelaskan kepada Media, Sabtu (09/01/21).

Bukan hanya sekali pemotongan BLT DD yang ia diterima, namun setiap mendapatkan bantuan, oknum RT selalu datang ke rumah dengan dalih yang sama yaitu untuk warga yang tidak dapat. Pemotongan BLT DD yang ke dua kembali dipotong 200 sedangkan BLT berikutnya yang seharusnya diterima sebesar 300 namun yang diterima Cuma 250 ribu itupun oknum RT minta lagi 20 ribu untuk beli rokok.

“dipotong lagi sama 200. Terus kalau yang 300 ribu dapatnya 250 ribu yang dibagikan kerumah. Kalua di desa lain dapatnya 300 tapi kalua di pulosari dapatnya 250 terus dipotong lagi katanya buat roko 20 ribu”, pungkasnya.

Dugaan punglipun kembali dilakukan oleh oknum RT tersebut, saat salah satu warga di lingkungannya mendapatkan bantuan UMKM. Pungutanyapun dilakukan dengan cara yang sama yaitu mendatangi rumah warga.

Pertama dapat bantuan dari pemerintah, Bantian UMKM yang sebesar Rp 2.400.000 (Dua Juata Empat Ratus Ribu) ternyata dapatnya Rp 2.150.000 ya itu dipotong sama RT 200 ribu. RTnya datang ke rumah

“awalnya saya ke rumah mau ngasih uang 100 ribu tapi kata istrinya entar aja kalua datang sibapaknya, pas sibapaknya (RT) ke rumah dikasi seratus ya kaya gitu enggak mau”, kata Usup, Sabtu (09/01/2021).

Oknum RT tersebut menjelaskan kepada Usup, bahwa uang tersebut untuk rekan rekannya “alasannya buat rekan rekan dia”, pungkasnya.

Dmn Hr

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.