Miris, Desa Tegal Lega Dekat Kawasan Industri Ternyata Sangat Rentan Pangan

  • Whatsapp

Karawang, Media3.id- Desa tegal lega yang terletak di wilayak Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang ternyata masuk dalam desa sangat rentan pangan. Hal ini berdasarkan data aplikasi peta ketahanan dan kerentanan pangan datanya dari Badan Pusat Statistik (BPS) kemudian dari Kementrian Pertanian (Kemementan), data dari kemiskinan tahun 2018 dari pusat

Desa tegal Lega kini menjadi sorotan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karawang karena desa tersebut masuk dalam katagori sangat rentan pangan walupun posisi wilayah Desa Tegal Lega berada di Kecamatan Ciampel yang notabene berdiri ratusan perusahaan yaitu di Kawasan Surya Cipta dan Kawasan KIM.

Saat diwawancara Kadarisman, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang menjelaskan ada 309 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Karawang. Dari jumlah tersebut ada 6 kreteria yang menjadi perhatian namun yang kini menjadi perhatian serius yaitu Desa Tegal Lega

“yang pertama adalah sangat rentan pangan itu ada satu desa yaitu Desa Tegal Lega, Kecamatan Ciampel. Jadi sangat rentan pangan, yang kedua ada 19 desa rentan pangan, ketiga Kemudian 52 cukup rentan, ke empat cukup tahan ada 112 desa, tahan ada 105 desa dan sangat tahan ada 12 Desa” Kata Kadarisman, Senin (04/01/21)

Dari 6 kriteria tersebut kini Dinas Pangan memperhatikan bersama OPD lain sedang serius ke desa yang sangat rentan pangan, rentan pangan, dan cukup rentan pangan. Adapun tujuan untuk meningkatkan pangan yang awalya sangat rentan pangan kini menjadi rentan pangan.

“yang perlu perhatian adalah 123. Yang satu ini Desa Tegal Lega di Kecamatan Ciampel sedang di Kroyok oleh OPD-OPD yang lain bagai mana caranya Tegal Lega ini dari sangat rentan menjadi rawan pangan” jelasnya.

Dinas Pangan berasam OPD dan TNI terus berus berusaha meningkatkan dari desa sangat rntan pangan menjadi rentan pangan namun kata Kadarisman walaupun sudah keroyokan namun hasilnya belum maksimal karena adanya covid-19 yang hingga saat ini masih melanda, namu demikian OPD dan TNI terus melakukan pembinaan

“Kemudian keroyokan tetapi pada waktu keroyokan. Memanag sudah keroyokan pertanian sudah masuk kemudian pangan sudah musuk kemudian abri juga sudah masuk dan kepala desanya sangat baguslah kerjasamnya tenyata belum optimal karena ada covid-19. Tapi saya kira tetap OPD juga melaksanakan pembinaan” pungkasnya.

Kadarisman menambahkan, ada 6 inikator yang menyebabkan desa sangat rentan pangan dan rentan pangan, diantaranya yaitu yang pertama luas di desa itukan sempit kecil, yang kedua pasilitas untuk transaksi pangan warung dan segabaginya mau beli kemana warungkan enggak ada iakan?, yang ketiga penduduknya mungkin pendapatannya kurang sehingga daya beli kurang, kemudian jalan penghubung kurang bila dibandingkan desa yang lain, kelima jumlah komposisi tenaga medis kuarang dan yang ke 6 adalah air bersih yang diminum oleh mayarakat kurang optimal.

Daman Huri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.