Korban Sedang Berbelanja Meninggal Secara Mendadak

  • Whatsapp

Korban Nuraeni (65) yang meninggal secara mendadak, saat dibawa petugas Puskesmas Cisarua (Foto: Aan)

Ngamprah, media3.id – Seorang wanita bernama Nuraeni (65) warga Desa Cilame, Perumahan Graha Bukit Raya Blok G. 8 Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, karena diduga karena serangan jantung, akhirnya Nuraeni meninggal dunia, Rabu (30/12/2020).

Nuraeni meninggal saat sedang berbelanja di kios milik Riki, seperti apa yang diterangkan oleh saksi (DN), Nuraeni meninggal sekira pukul 7.30 WIB.

Karena menurut DN, pada saat itu Nuraeni sedang berbelanja sesuatu di kios Riki di Pasar barukai, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Usai Nuraeni berbelanja, Nuraeni langsung naik motor supranya, “Saat si Ibu itu mau menaiki motornya, tiba-tiba Ibu itu ambruk bersama motornya,” Jelas DN.

Lalu korban langsung dibawa ke kantor RW, dan korban keadaannya masih terengah-engah napasnya.

Masyarakat setempat, lalu mengolesi minyak angin kehidung korban, agar korban cepat siuman dari pingsannya.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Cisarua, Komisaris Polisi (Kompol) Sutarman, membenarkan kejadian itu,

Berdasarkan laporan dari warga ada yang meninggal secara mendadak tersebut, maka pihak Polsek Cisarua menurunkan anggotanya, mengecek kebenaran laporan tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Korban saat diperiksa tim medis dari Puskeamas CisaruaCusarua

Atas kebenaran kejadian tersebut, akhirnya kata Sutarman, bahwa Teamnya belum bisa memastikan penyebab kematian korban, “Hal ini masih dalam penyelidikan dan saya sudah langsung mengontek satgas penanganan covid 19, karena ditakutkan ada kaitannya dengan wabah sekarang corona, makanya kita berhati- hati, cuma sayang sekali perugas Satgas Covid-19,” ulasnya.

“Cuma sayang Puskesmas Cisarua, lambat datangnya, padahal saya sudah berapa kali menelepon petugas Puskesmas, bahkan bukan saya saja yang menelepon pihak Puskesmas tersebut, Pak Camatpun juga menelepon pihak Puskesmas, tapi tetap dari pihak Puskesmas belum juga datang,” ujar Sutarman.

Yang disayangkan oleh Sutarman, korban dilantor RW tersebut sudah satu jam lebih, pihak Puskesmas belum juga datang,

“Karena kami menunggu pemeriksaan secara intensif, bahkan suami korban dan keluarga nya saja sudah pada berdatangan, karena kami ingin tahu dan memastikan sebab-sebabnya korban menjadi meninggal,” papar Sutarman menyesalkan.

Pihak dari petugas Puskesmas, baru datang sekira pukul 9.30 WIB. Dengan memakai pakaian Setelah lama menunggu sekitar pukul 9,20 WIB, dengan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.

Dari hasil pemeriksaan pihak petugas Puskesmas, ternyata korban Nuraeni bukan dikarenakan terinfeksi positif Covid-19, tetapi murni korban meninggal dikarenakan penyakit serangan jantung.

Hal itupun diakui oleh pihak keluarga korban, bahwa korban Nuraeni sudah lama mengidap penyakit jantung.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.