Harga Bahan Pokok Jelang Natal Dan Tahun Baru Tetap Stabil

  • Whatsapp

Plt Walikota Cimahi Letkol Inf (Purn) Ngatiyana dengan jajaran dari Disdagkoperin lakukan sidak Pasar Atas Baru dan Pasar Antri

CIMAHI, MEDIA3.Id – Menjelang hari Natal dan Tahun Baru, biasanya harga bahan pokok akan melonjak tinggi, tapi menurut Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cimahi, Letkol Inf (Purn) Ngatiyana, saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kepasar tradisional, di dua pasar utama di Kota Cimahi, Pasar Atas Baru dan Pasar Antri Cimahi.

Ngatiyana, didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin), Dadan Darmawan serta jajaran UPTD Pasar Kota Cimahi, selama proses Sidak tersebut, sesekali Ngatiyana, berhenti di salah satu pedagang, lalu menanyakan tentang harga sejumlah dagangan yang dijual pedagang tersebut.

“Harga beras gimana bu? naik nggak? atau masih stabil? Gula dan minyak goreng juga gimana stoknya pak?” ujar Ngatiyana saat berbincang dengan beberapa pedagang.

Bahkan kata Ngatiyana, pihaknya dengan jajaran Disdagkoperin melakukan sidak ini, tujuannya pihak pemerintahbkota (Pemkot) Cimahi ingin memastikan stabilitas harga dan stoknya dipasar, terpenuhi untuk masyarakat Cimahi atau tidak.

“Untuk harga-harga di pasar, kalau untuk ayam ada kenaikan yah, yang semula, 33 ribu/ kg, menjadi 35 ribu/kg, berarti naik 2 ribu lah yah untuk ayam potong. Kemudian daging sapi masih standar tidak begitu signifikan. Yang kelihatan naik sekali adalah sayur-sayuran, seperti cengek, tomat, timun, segala naik, mungkin ini rezekinya untuk petani, kalau memang itu naik,” terangnya.

Menurut Ngatiyana, dengan merangkaknya harga-harga sayur mayur makin meningkat dipasaran tradisional, hal ini merupakan momentum, bagi para petani sayur mayur, untuk dapat menikmati dari hasilnya bercocok tanam.

Hal ini dirasakan penting mengingat jatuhnya harga sayur-sayuran di pasaran sejak awal masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillan naiknya sangat signifikan. Salah satunya seperti ketimun yang awalnya Rp 5 ribu, naik menjadi Rp 18 ribu, kemudian tadi, brokoli juga naik, lalu untuk cengek juga yang awalnya hanya Rp 20 ribu/kg sekarang menjadi Rp 60 ribu/kg. Kenaikan ini sangat signifikan untuk petani-petani, Kapan lagi petani akan menikmati tanamannya hasil panennya,” ujar Ngatiyana.

Secara umum, Ngatiyana mengatakan kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Kota Cimahi masih relative wajar dan stabil.

Pihaknya mengklaim, ada beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga.

Hal itu, menurutnya, dikarenakan adanya pasokan berlebih untuk beberapa komoditas tersebut.

“Sejauh ini, kenaikannya kalo yang Sembilan bahan pokok itu masih wajar-wajar yah. Stock terkendali aman, telor harganya turun, Beras kualitas premium juga standar tidak ada kenaikan, stabil, dan lain-lain. Yang naik signifikan adalah sayur mayur kadang-kadang naiknya antara 40% sampai dengan 60% lah yah. Tetapi kalau memang itu standard nya masih normal-normal saja sih ngak apa-apa yah,” katanya.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.