BNN Kota Cimahi Bentuk 5 Kelurahan Bersinar Untuk Cegah Peredaran Narkoba

  • Whatsapp

Kepala BNN Kota Cimahi, Ivan Eka Satya, S.H, M.HUM, (Tengah) saat Jumpa Pers dikantornya

CIMAHI, Media3.Id – Badan Narkotika Nasional Kota Cimahi telah menunjuk 5 Kelurahan yang diberi predikat Kelurahan Bersih dari Narkotika (Bersinar) yang ada di Cimahi.

Program Kelurahan Bersinar yang telah dilaksanakan BNN Kota Cimahi kepada 5 (lima) Kelurahan di Kota Cimahi antara lain, Kelurahan Melong, Kelurahan Cibeureum, Kelurahan Padasuka, Kelurahan Cibabat, dan Kelurahan Citeureup.

Program ini dilaksanakan sebagai Pencegahan, terbentuknya Surat Edaran tentang P4GN dan Surat Keputusan Lurah tentang Pembetukan Satgas Anti Narkoba.

Rehabilitasi Setiap kelurahan untuk mempersiapkan 10 Orang untuk dilakukan pelatihan IBM (intervensi Berbasis Masyarakat), membangun kerjasama dengan Puskesmas dan Kasi Sosial, telah dilakukan pelatihan terhadap Agen Pemulihan (AP). Sebagai Pemberantasan, Penyelidikan tindak pidana narkotika dan obat terlaran.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BNN Kota Cimahi, Ivan Eka Satya, S.H, M.HUM, saat menggelar Jumpa Pers dikantor BNN Kota Cimahi Jalan Cihanjuang Cimahi, Rabu (23/12/2020).

Menurut Ivan, masyarakat saat ini merupakan perang besar terhadap Narkoba, “Seperti yang diserukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, ini menuntut seluruh elemen bangsa untuk bergerak melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara tersebut,” tegas Ivan.
Meskipun saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid-19, tetapi situasi bangsa masih dalam status darurat Narkoba, para pemangku kepentingan dan kebijakan di negeri ini, tidak dapat berdiam diri melihat Narkoba menghancurkan bangsa dan negara.

“Seluruh elemen masyarakat dituntut mengambil langkah sekecil apapun untuk membantu penanganan kejahatan Narkoba yang secara perlahan menggerogoti bangsa Indonesia,” katanya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) khususnya BNN Kota Cimahi sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan Narkoba di Indonesia, khususnya di kota Cimahi dan menjadi garda terdepan dalam memutuskan langkah dan kebijakan yang diambil guna mengatasi peredaran gelap Narkoba dan berupaya menekan laju angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba.

Menurut Ivan kembali, bahwa dalam mengatasi permasalahan Narkoba diperlukan strategi khusus, yaitu keseimbangan penanganan antara supply reduction dan demand reduction.

“Supply reduction bertujuan memutus mata rantai pemasok Narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya, sedangkan demand reduction adalah memutus mata rantai para pengguna Narkoba,” jelas Ivan.

KEGIATAN SEKSI PEMBERANTASAN

Saat ini, kegiatan Seksi Pemberantan Narkoba di BNN Cimahi, dakam periode Januari sampai dengan bulan Desember 2020, telah diungkap sebagai berikut :

Ungkap Kasus Narkotika
Jumlah kasus/LKN : 2 (dua) Kasus (LKN)
Jumlah Tersangka : 2 (dua) Tersangka dengan inisial HS dan DR.
Jumlah P21 : 2 (dua) Kasus dengan barang bukti
74,5 gram ganja dan 0,5734 gram sabu

Sedangkan Ungkap Kasus Obat-Obatan
Jumlah Pelaku yang diamankan ada : 14 (empat belas) orang , 3 (tiga) orang dilimpah ke Polres Cimahi (Penjual) dan 11 (sebelas) orang menjalani rehabilitasi (pengguna).

Sedangkan untuk masalah Jumlah barang bukti : 1.008 butir pil Seledryl, 48 butir pil Dextromethorpan , 283 butir pil Tramadol, 50 butir pil Samcodin, dan 97 butir Trihexypenidil.

KEGIATAN SEKSI PENCEGAHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Dalam pendekatan demand reduction, langkah-langkah preventif ditempuh sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap Narkoba.

Program dan kegiatan yang dilakukan dalam hal menekan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba, pihak BNN Cimahi, menyasar kepada, kaum muda (anak-anak, remaja, pelajar, dan mahasiswa) yang merupakan target pasar jaringan sindikat Narkoba.

Jumlah kegiatan pencegahan yang telah dilakukan oleh BNN Kota Cimahi antara lain terdiri dari :

Kegiatan Advokasi pada tahun 2020 BNN Kota Cimahi telah melaksanakan sebanyak 1 kegiatan dengan sasaran ke instansi pemerintah yaitu para OPD Pemda Kota Cimahi.

Dari hasil asistensi diketahui sebagian besar OPD telah mempunyai relawan, regulasi P4GN dan telah melaksanakan kegiatan P4GN dilingkungan kerjanya.

“Untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, pihak BNN Cimahi, telah melaksanakan kegiatan berupa, Lingkungan Pemerintah Kegiatan Dayamas dilaksanakan kepada

15 kelurahan di kota Cimahi. Instansi pemerintah dengan Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) tertinggi adalah : Kelurahan Citeureup dan Kelurahan Padasuka.

Lingkungan Swasta kegiatan dayamas dilakukan kepada anggota PHRI kota Cimahi. Instansi swasta dengan IKP (Indeks Kemandirian Partisipasi) tertinggi adalah : Dapur keraton dan Hotel Simply Valore.

Sedangkan Lingkungan Pendidikan, kegiatan dayamas dilakukan kepada seluruh SMP di kota Cimahi.

Instansi pendidikan dengan IKP (Indeks Kemandirian Partisipasi) tertinggi adalah : SMP N 15 dan SMP N 12. Selain itu telah terbit MOU dengan 8 (delapan) perguruan tinggi di Kota Cimahi dan kabupaten Bandung yang tergantung dalam ARTIPENA Jawa barat.

Lingkungan masyarakat kegiatan dayamas dilakukan kepada satgas kelurahan kota Cimahi. Instansi swasta dengan IKP (Indeks Kemandirian Partisipasi) tertinggi adalah : Satgas Kelurahan Cibabat dan Satgas Kelurahan Padasuka.

“Untuk masalah Kegiatan pemeriksaan tes urine tahun 2020, kami telah melaksanakan sebanyak 7 kali dengan jumlah peserta sebanyak 379 Orang. Adapun pesertanya adalah Personel Disjasad Kota Cimahi, Pegawai Pussen Armed Kota Cimahi, Kodim 0609 Kota Cimahi, Yonarmed 4/105 GS, CPNS Kementrian Keuangan, PT Bajubang Gasindo, dan CPNS Pemkot Cimahi,” terang Uvan kembali.

“Karena ini untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba, maka peelu adanya pencegahan, dengan terbentuknya Surat Edaran tentang P4GN dan Surat Keputusan Lurah tentang Pembetukan Satgas Anti Narkoba,” ungkap Ivan pula.

Terkait masalah rehabilitasi, setiap kelurahan, BNN Kota Cinahi telah mempersiapkan 10 Orang untuk pelatihan intervensi Berbasis Masyarakat, (IBM),

“Dengan tujuan untuk membangun kerjasama dengan Puskesmas dan Kasi Sosial, telah dilakukan pelatihan terhadap Agen Pemulihan (AP).
Pemberantasan, Penyelidikan tindak pidana narkotika dan obat terlarang,”

KEGIATAN SEKSI REHABILITASI

Kegiatan Layanan Rehabilitasi Narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu Narkoba. Pada tahun 2020, BNN Kota Cimahi telah merehabilitasi 21 penyalahguna Narkoba melalui klinik pratama BNN Kota Cimahi.

“Dari 21 orang yang mendapatkan layanan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama BNNK Cimahi 95% merupakan laki-laki dan 5% merupakan perempuan, dimana berdasarkan tingkat pekerjaan klien yang mendapatkan layanan rehabilitasi 48% merupakan pekerja swasta, 19% buruh, 24% tidak bekerja dan 10% merupakan pelajar,” papar Ivan.

Penggunaan zat yang digunakan oleh klien 57% diantaranya penyalahguna heximer, 19% penyalahguna tramadol, 14% penyalahguna ganja sintetis, dan masing-masing 5% penyalahguna sabu dan alprazolam.

Seksi Rehabilitasi juga melakukan upaya pembentukan 5 tim program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang dibentuk dari masing-masing kelurahan BERSINAR yang terdiri dari perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemuda.

Program IBM ini merupakan peran serta masyarakat dalam menjangkau penyalahguna narkoba di kelurahannya masing-masing untuk mendapatkan layanan rehabilitasi.

Seksi rehabilitasi BNN Kota Cimahi membentuk 5 orang Agen Pemulihan (AP) yang bertujuan untuk memantau para klien yang berada di masing-masing kelurahan untuk memantau perkembangan klien dalam proses kembalinya bermasyarakat.

HAMBATAN-HAMBATAN

Apapun yang direncanakan oleh pihak BNN Kota Cimahi untuk kepentingan masyarakat, diakui pula oleh Ivan, banyak hambatan-hambatannya,

Adapun hambatan yang dilalui oleh BNN Kota Cimahi adalah
Keterbatasan personil BNN Kota Cimahi dalam melaksanakan P4GN.

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan adanya tindak penyalahgunaan narkotika.

“Keterbatasan sarana dan prasarana BNN Kota Cimahi yang sampai saat ini belum memiliki kantor sendiri,” imbuhnya.

Namun pihak BNN Kota Cimahi tetap melakukan Perjuangan Tanpa Batas
“Karena, yang namanya Narkoba merupakan permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. Dibutuhkan komitmen, semangat, dan tekad yang kuat dalam mengatasi permasalahan yang tanpa batas ini,” terang Ivan.

Karena untuk memerangi Narkoba sampai tuntas menjadi prioritas utama BNN Kota Cimahi dan aparat penegak hukum lainnya.

“Oleh karena itu dukungan seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan dalam mengemban tugas dan amanah yang diberikan oleh masyarakat. Marilah berjuang Bersama, bekerja sekuat tenaga, menjadikan negara kita bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. #hidup100persen,” Harap Ivan.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.