Warga Nekat Terobos Masuk Lobby Gedung Kejaksaan Negeri Klaten Demi Bisa Lihat Jalannya Persidangan

  • Whatsapp

KLATEN.Media3.id – Tayangan SIdang lanjutan atas perkara penganiyaan yang diduga dilakukan oleh warga desa Glodogan kecamatan Klaten Selatan kabupaten Klaten yang dilaksanakan secara virtual oleh Pengadilan Negeri Klaten dan ditayangkan oleh kantor Kejaksaan Negeri Klaten hari Selasa (15/12) yang semula lancar namun tiba tiba tayangan pada layar tv yang ditonton bareng warga Glodogan di luar kantor Kejaksaan mengalami error dan mati.


Akibatnnya, warga yang sedang melihat tayangan sidang atas tetangganya itu kemudian nekat menerobos masuk ke dalam lobby kantor Kejaksaan Negeri Klaten agar tetap bisa melihat jalannya sidang tersebut.


Sebagai informasi, sekitar satu setengah tahun lalu, Londo, seorang warga desa Glodogan kecamatan Klaten Selatan dianiaya oleh dua orang warga dukuh Getasan desa Glodogan karena dituduh mencuri sepeda.
Belakangan warga dukuh Getasan merasa keberatan dengan tindakan aparat kepolisian dan kejaksaan yang menjadikan dua orang yang menangkap maling sepeda justru dijadikan tersangka yang kemudian dilakukan penahanan atas keduanya.
Warga dukuh Getasan sempat melakukan demo di kantor Kejaksaan Negeri Klaten untuk meminta pembebasan warganya dari tahanan. Namun karena berkas perkara sudah lengkap maka kasus penganiayaan tersebut tetap dilanjutkan pada tahap persidangan di Pengadilan Negeri Klaten.
Pada sidang hari ini adalah sidang ke delapan dan merupakan pemeriksaan saksi ke 2.


Pada sidang lanjutan yang ditayangkan secara virtual di kantor Kejaksaan Negeri Klaten hari ini sempat mengalami gangguan pada layar monitor yang di luar lobby kantor kejaksaan negeri Klaten.
Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Klaten, Adi Nugraha kepada wartawan mengatakan memang pada sidang yang.dilaksanakan secara virtual hari ini sempat mengalami gangguan jaringan sehingga tayangan di layar monitor sempat mati. “Tetapi gangguan jaringan paralel, itu bukan kesengajaan..” tutur Adi Nugroho.
“Kita akan telusuri dibagian mana jaringan yang error. Dan warga juga kita berikan kesempatan melihat tayangan sidang di dalam ruang kantor kejaksaan meski terbatas jumlahnya mengingat kita masih dalam situasi pandemi covid19.. ” lanjut Adi Nugroho.

(Sarjono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.