Meski Belum Dipastikan, Anggaran Vaksin Dan Data Akseptor Mulai Disiapkan

  • Whatsapp

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman DIY, dr. Joko Hastaryo, M.Kes

Jogjakarta, Media3.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman DIY, Joko Hastaryo mengatakan perihal adanya sebuah rumah sakit swasta yang sudah menawarkan kepada masyarakat, agar bisa mulai lakukan pemesanan vaksin COVID-19.
Kendati demikian, Joko menjelaskan bahwa yang pasti mengenai vaksin Covid-19 tersebut hingga kini belum ada kepastian dan kejelasan teknis programnya. Bahkan, program vaksin untuk tenaga kesehatan saja jumlahnya masih belum mencukupi.

“Nantinya program vaksin ini yang 30% akan ditangani pemerintah, sedangkan yang 70% sisanya ditangani mandiri atau dikelola swasta.
Terkait proporsi yang 30% itu teknis programnya adalah secara urutan prioritas akseptornya dimulai dari tenaga kesehatan (nakes), tenaga pelayanan publik termasuk tentara, polisi, petugas terminal, petugas pelabuhan, petugas bandara, PBI dan baru kemudian yang mandiri”, terang Joko.

Sementara itu Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta telah bersiap melakukan pendataan untuk calon penerima vaksin Covid-19, di antaranya tenaga kesehatan, TNI, kepolisian hingga pegawai yang bekerja di berbagai sektor pelayanan publik.

“Memang belum ada kejelasan mengenai kapan vaksinasi Covid-19 ini akan dilakukan. Namun demikian oleh pemerintah pusat diminta untuk menyiapkan datanya,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Ketua Satgas Covid19 Kota Yogyakarta/Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Nantinya, lanjut Heroe, akan ada aplikasi khusus untuk pendataan siapa saja yang nantinya memperoleh vaksin, dengan menerapkan parameter seleksi, semisal seleksi umur dan kesehatan untuk menentukan siapa saja yang bisa menerima vaksin.
Seluruh pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Pada APBD Kota Yogyakarta 2021, kami siapkan anggaran secukupnya. Karena pada saat ditetapkan, kami belum tahu bagaimana alokasi pemberian vaksin ini”, katanya.

Selain pemberian vaksinasi gratis dari pemerintah, juga akan dilakukan vaksinasi mandiri oleh masyarakat yang bisa diakses di sejumlah pusat pelayanan kesehatan.
“Dimungkinkan akan lebih banyak masyarakat yang melakukan vaksinasi secara mandiri. Pelayanan dilakukan di rumah sakit-rumah sakit yang sudah didata oleh pemerintah pusat”, pungkas Heroe.


(Shaleh Rudianto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.