Anggaran 100 % Cair Dari KONI KBB, Ternyata 54 Cabor Belum Semuanya menerima.

  • Whatsapp

Empat Pengurus Cabor Beserta Kesekretariatan KONI Kabupaten Bandung Barat, mempertanyakan Janji KONI KBB akan diberikan kepada cabor-cabor KBB

NGAMPRAH KBB, MEDIA3.id – Karena pencairan anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah cair 100 %, tapi karena 54 Cabang Olahraga (Cabor) belum menerima seluruhnya dari KONI, akhirnya Empat pengurus Cabang Olahraga (Cabor) mempertanyakan masalah anggaran hibah kepada Koni.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum (Ketum) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) KBB, Asep Hendra Maulana.

Karena menurut Asep, yang mempertanyakan masalah anggaran tersebut tidak hanya dari Cabor Pencak Silat IPSI saja, bahkan ada tiga cabor lainnya ikut mempertanyakan anggaran tersebut.

Seperti, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Persatuan Layar Gantung Indonesia (PLGI) , serta Persatuan Golf Indonesia (PGI).

Menurut Asep, pihaknyapun sudah bersama-sama dengan pengurus cabor lainnya, untuk mempertanyakan anggaran uang insentif, untuk pelatih, atlit dan uang untuk pembinaan yang belum cair sampai saat ini.

“Karena dari 54 cabor yang ada di KBB, baru 18 cabor yang menerima pencairan anggaran, sedangkan 36 cabor lainnya belum menerimanya,” ujar Asep saat memberikan surat kepada Koni KBB Jum’at,(11/12/2020).

Ketua Cabor Gantole KBB Dadang, mempertanyaka anggaran sisanya yang belum diberikan kepada 54 cabor KBB

Yang disesalkan oleh Asep dan kawan-kawan, pihak dari pengurus KONI belum memberikan jawaban yang pasti, bahkan tidak memberikan penjelasan sama sekali.

“Awalnya kami positif thinking, namun karena sampai saat ini belum juga cair, tampaknya memang ada sesuatu yang tidak beres,”imbuh Asep.

Asep juga menjelaskan, bila mana nanti ada Rapat Tahunan (RAT) KONI, tentu saja yang lebih diutamakan adalah insentif bagi para pelatih yang lebih didahulukan.

“Bukannya melakukan rapat anggota tahunan, kalau tidak ada uang untuk pembinaan, seleksi dan sebagainya nol besar bagi kita untuk berprestasi,” kata Asep.

Yang disesalkan oleh Asep pula, bahwa KONI itu merupakan wadah bagi para cabor untuk berprestasi, apalagi KBB pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun 2022 nanti yang menjadi tuan rumah.

Karena kata Asep kembali, bila KONI tidak ada uang untuk pembinaan bagi cabor-cabor di KBB, bagaimana atlit-atlitnya nanti akan berprestasi.

Hanya Asep mengharapkan kepada pengurus KONI, agar anggaran tersebut bisa dicairkan serta dari pihak pengurus KONI bisa lebih kooperatif bisa menemui para cabor se-KBB untuk berdiskusi dan berdialog.

“Saya berharap pengurus KONI menemui kami dan membahas semuanya,” tuturnya.

Dengan nada yang sama, Ketua Cabor Gantole, Dadang bahwa, sebelumnya pernah ada kesepakatan pada bulan Juli, setelah cair 100 persen, pihak pengurus KONI, akan dibagikan secara bersamaan, namun ternyata pembagiannya, tidak bersamaan.

“Untuk dana insentif dan DOP Atlit kami sudah cair mungkin karena nilainya kecil, namun untuk anggaran yang Porkabnya, hingga sampai sekarang belum cair juga”katanya

Sesuai dengan kesepakatan dengan pihak KONI, apabila Porkab KBB tidak di laksanakan di bulan Desember ini, dana akan di bayarkan untuk pembinaan ke dana Cabor, sesuai kebutuhannya, tapi kenyataanya sampai sekarang belum cair juga.

“Yang kami tanyakan adalah dana PORKAB, karena nilainya sangat besar. Sesuai kesepakatan apabila hingga Desember ini tidak dilaksanakan, maka anggaran akan dikembalikan kepada 54 Cabor,” tutur Dadang.

Dadangpun, mengungkapkan, dari dana total Rp.10 milliar itu, yang belum terserap ada 36 cabor, sekitar Rp.1 miliar. Ditambah dengan dana tahun 2018 harusnya sudah di kembalikan ke cabor sehingga total sekitar Rp.3 miliar.

“meski anggaran cair ataupun tidak pihaknya tetap akan terus berjalan, hanya kebutuhannya saja yang jadi tertunda,” jelasnya.

Bahkan dari pihak KONI itu sendiri sampai saat ini tidak dapat dikonfirmasi.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.