Kesehatan Mental vs Belajar Online, apa solusinya?

  • Whatsapp

Purwakarta, Media3.id – Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi atau belajar online hadir sebagai solusi kesulitan belajar di era pandemi. Belajar online menyuguhkan berbagai keunggulan seperti belajar yang fleksibel dan membuat orangtua lebih banyak waktu untuk mendampingi anaknya belajar.

Namun, tidak bisa dipungkiri belajar online dapat memicu kesehatan mental yang terganggu sehingga memicu rasa stres berlebihan. Hal ini disebabkan banyaknya beban serta ketidaksiapan orangtua dalam mendampingi belajar dirumah. Malasnya anak yang disebabkan kurangnya stimulus belajar, salah satunya rendahnya daya saing menjadi salah satu hambatan. Akibatnya orangtua mudah marah dan kurang bisa mengontrol emosi yang mengakibatkan anak mendapat kekerasan verbal dan fisik.

Maka untuk menekan rasa stres diperlukannya solusi untuk menjaga kesehatan mental saat mendampingi anak belajar. Kuliah Kerja Tematik (KKN-T) UPI Purwakarta 2020 gelombang II kemudian hadir memberi solusi. Salah satu program dalam KKN-T yaitu pendampingan siswa, guru dan orangtua dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Debi Carolin Wulandari, peserta KKN-T UPI Purwakarta yang di dampingi oleh DPL Hayani Wulandari, M.Pd kemudian menerapkan belajar sambil bermain games dengan media power point menjadi salah satu program yang diharapkan membuat minat belajar anak kembali meningkat. Media pembelajaran ini berupa Power Point berisi materi yang diisi dengan permainan kuis. Hal ini mendapat respon positif saat diterapkan di kelas empat SDN SindangPalay Subang. Siswa menyatakan mereka merasa senang dan bersemangat. Salah satu siswa mengatakan

“ibu sering-sering belajar seperti ini, mengasyikan belajar dengan bermain kuis”. Selain itu, untuk mengatasi rasa stres, program pemberian “Tips Mengelola Stress saat dampingi belajar” diluncurkan untuk orangtua siswa. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh orangtua saat mendampingi anaknya belajar?.

Berikut merupakan tips mengelola stres saat dampingi anak belajar menurut Dosen psikologi UPI Purwakarta, Wina Mustikaati M.Pd yaitu;

1) Jangan menanggung beban stres sendiri yaitu berbagi pekerjaan dengan suami atau keluarga terdekat dalam mendampingi anak belajar,

2)Mengatur emosi saat kesal, tidak melakukan kekerasan verbal pada anak dan perbanyak mendekatkan diri pada Tuhan. Dan menyadarkan peran seorang guru tidak mudah,

3) Mengenali kepribadian anak dan cara belajar yang disukai. Kenali sifat dan kepribadian anak. Dengar isi hati anak, agar mengenali cara pembelajaran yang dapat diterapkan padanya.

Tips tersebut dapat diterapkan agar orangtua nyaman saat mendampingi anak belajar. Orangtua senang, anak senang. Hal ini karena, emosi orangtua yang positif membuat anak akan senang dalam belajar dan tidak menjadikan belajar online sebagai suatu beban.

(Dmn/Debi Carolin Wulandari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.