Akhirnya Warga Dan Pengelola Lapak Pasar Darurat Sepakati Kompensasi

  • Whatsapp

KLATEN.Media3.id – Perpindahan para pedagang pasar kota Klaten ke pasar darurat di dukuh Njetak, desa Karanganom Kecamatan Klaten Utara yang sempat memunculkan kekhawatiran warga kompleks perumahan Kampung Baru kekurahan Bareng akan memiliki dampak sosial kurang baik terhadap situasi warga masyarakat di kompleks perumahan Kampung Baru ternyata terbukti.


Ternyata sebagian pedagang yang tidak mau menempati dan atau tidak kebagian lapak/kios di dalam pasar darurat lebih memilih menggelar dagangannya di pinggir jalan, di atas saluran air bahkan ada juga yang membuka lapak di lahan kosong yang di lingkungan perkampungan. Termasuk lahan kosong di dekat kompleks perumahan Kampung Baru yang sengaja disewa oleh pihak ketiga untuk didirikan lapak atau kios darurat di luar lokasi pasar darurat yang dibangun oleh Disperindagkop Pemkab Klaten.


Akibat dari adanya bangunan lapak/kios yang dibangun oleh pihak ketiga di luar lokasi pasar darurat dan berlokasi di pinggir jalan raya itu menyebabkan para pedagang lebih senang menyewa lapak atau kios di luar lokasi pasar darurat tersebut sehingga kios atau lapak dibagian belakang pasar darurat menjadi sepi pembeli.
Aktifitas bongkar muat pasar kota Klaten yang dimulai sejak dini hari sedikit banyak menyebabkan kenyamanan dan ketenangan warga penghuni kompleks perumahan Kampung Baru menjadi terganggu. Area permainan anak anak juga berkurang setelah lahan kosong yang ada juga dibangun lapak atau kios pasar.


Menyikapi kondisi tersebut, warga kompleks perumahan Kampung Baru yang merasa belum pernah diberi sosialisasi dan diajak berembug tentang keberadaan pasar darurat oleh instansi terkait kemudian melayangkan surat permintaan penjelasan kepada instansi tersebut, dalam hal ini Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Pemkab Klaten.
Oleh karena surat dari waga tersebut tidak segera mendapatkan tanggapan maka warga kompleks perumahan Kampung Baru berinisiatif mengundang para pejabat terkait dan pihak ketiga yang mendirikan dan mengelola bangunan lapak/kios pasar darurat di luar pasar darurat yang dibangun Disperinsagkop untuk berrembug mencari solusi atas permasalahan yang muncul.


Dalam musyawarah yang digelar pada hari.Selasa (1/12) di sebuah rumah makan yang menghadirkan Ketua RW dan Ketua RT di kompleks perumahan Kampung Baru kelurahan Bareng, Budi Irwanto selaku pihak ketiga yang membangun dan mengelola bangunan lapak/kios pasar darurat yang bersinggungan langsung dengan komplek perumahan, Kabid Pengelolaan Pasar Disperindagkop Pemkab Klaten, Didik Suhartoyo, Lurah Bareng, Kapolsek Klaten Utara, Danramil Klaten Utara,, berhasil disepakati adanya kompensasi dari pihak ketiga, pengelola bangunan kios/lapak kepada warga kompleks perumahan Kampung Baru untuk perbaikan sarana dan prasarana fasilitas umum di lingkungan kompleks perumahan Kampung Baru berupa dana sebesar satu juta rupiah setiap bulan.

Dan dalam tiga bulan ke depan akan dilakukan evaluasi, jika kondisi pasar menjadi lebih ramai atau sebaliknya kondisi pasar sepi maka besaran dana kompensasi akan ditinjau ulang.


“Disamping ada kesepakatan kompensasi dengan pak Budi, Pengurus kampung atas nama warga jika memungkinkan akan ikut membangun dan mengelola lapak/kios pasar darurat yang kemudian menyewakannya kepada para pedagang. Dan hal itu sudah dijinkan oleh Lurah maupun Dinas terkait…” kata juru bicara warga perumahan Kampung Baru, Vincen Aji Wijaya seusai musyawarah.

( Sarjono).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.