Lima Diantaranya Anak Disabilitas Pelecehan Seksual Terhadap Anak Sudah Memperihatinkan

  • Whatsapp

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat Eriska Hendrayana

KBB, MEDIA3.ID – Masalah pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Bandung Barat sangat memperihatinkan, termasuk lima anak yang disabilitas, juga sering terjadi pelecehan seksual.

Dengan modus diiming-imingi uang atau makanan, juga dengan ancaman oleh si pelaku. Berdasarkan catatan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan itu pula dari Eriska Hendrayana selaku Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, (KBB).dirinya tidak mengetahui pasti para pelaku sampai melakukan pelecehan seksual dan penyebabnya.

“Belakangan ini justru kasus yang muncul korbannya anak disabilitas. Hanya rata-rata, modus pelaku mengecoh korbannya melalui iming-iming makanan yang berujung dengan tindakan ancaman,” jelas Eriska.

Yang sangat memperihatinkan bagi Eriska, terkait pelecehan seksual terhadap anak yang disabilitas, “Yang ironisnya para pelaku tersebut orang-orang yang dikenal atau punya hubungan kekerabatan dengan keluarga korban,” tukasnya pula. Sabtu (21/11/2020).

Kasus yang menimpa 5 anak disabilitas di Bandung Barat juga dilakukan oleh pelaku yang dikenal keluarganya.

Diantara korban pelecehan tersebut, bahkan ada diantaranya korban, yang sampai hamil akibat perbuatan bejad para pelaku itu.

Kasus yang menimpa bagi pelecehan seksual terhadap korban anak yang disabilitas, saat ini sedang dalam proses hukum.

Lebih memprihatinkan lagi, seorang anak disabilitas korban asusila tersebut melahirkan. Hingga kini kasusnya tengah ditangani pihak aparat hukum.

“Yang melahirkan ini, pelakunya masih berkeliaran.dikarenakan keluarga korban telat memberikan laporan pada pihak kepolisian. Yang lainnya (pelaku) ada yang sedang disidang, ada juga yang menunggu disidang,” ungkap Eriska.

Harapan Eriska, dengan rentannya perilaku pelecehan terhadap anak-anak dibawah umur, diharapkan kepada orang tua agar lebih ekstra umtuk memperhatikan anak-anaknya dalam kesehariannya.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.