Berlebihan Waktu Bekerja dan Kuliah Daring Bisa Sebabkan Zoom Fatigue

  • Whatsapp

Yogyakarta, Media3.id-Sejak pandemi Covid-19 merebak, perkuliahan dan bekerja dilaksanakan secara daring. Bagi mayoritas mahasiswa, kuliah online dapat mengefisiensi biaya transportasi. Selain itu, fokus setiap awal sesi juga mudah terbentuk. Sayangnya, hal ini tidak dapat berlangsung dalam seluruh waktu di satu sesi kelas.

Awalnya, banyak mahasiswa dan officer antusias dengan sistem ini. Kebiasaan baru yang berbeda dari biasanya terasa menyenangkan. Dalam dunia virtual, ada istilah dari fase akibat kebiasaan baru. Istilah ini ialah Zoom Fatigue. Tak seperti namanya yang merujuk pada satu aplikasi, fenomena ini pasalnya merujuk pada semua pengguna platform video conference.

“Zoom fatigue merupakan bagian dari kelelahan mental akibat kegiatan yang berlebihan, dalam hal ini adalah virtual meeting kerja ataupun perkuliahan,” ucap Dr. Sri Kusrohmaniah, M. Si, kepada Media3.id, Jum’at (13/11/2020).

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan hal mendasar yang menyebabkan seseorang mengalami zoom fatigue adalah kemampuan fokus pada layar. Apabila dipaksakan, akan muncul rasa lelah yang berakibat pada stres. Rasa lelah yang muncul merupakan indikasi keterbatasan kemampuan otak dan fisik. Secara naluriah, kita akan mengistirahatkan tubuh ketika lelah, contoh nyatanya adalah rasa ingin rebahan ketika virtual meeting atau kuliah online. Kemampuan otak yang terbatas juga menyebabkan rasa lelah. Setiap sepersekian detik, otak seharusnya beristirahat. Akan tetapi, banyak yang belum mengetahuinya.

“Sebenarnya, penyebabnya itu kompleks. Kondisi sosial, ekonomi, keterbatasan bersosialisasi itu berpengaruh. Nggak bisa olahraga, nonton film, ditambah ada zoom meeting yang lebih dari dua jam menyebabkan rasa lelah itu muncul,” jelas Koes.

Pada dasarnya, semua hal yang berhubungan dengan daring memicu adanya zoom fatigue, termasuk kuliah online. “Sebagai pihak yang merasakannya, baik dosen maupun pengguna platform video conference lainnya dapat mempersiapkan mental terhadap kuliah online atau meeting”, pungkas Koes.


(Shaleh Rudianto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.