Trotoar dan Bahu Jalan Bukan Lapak Untuk Jualan

  • Whatsapp

Satpol-PP dan Damkar Kota Cimahi lakukan sweping pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotoar dengan sanksi peneguran dan menyita timbangan.

CIMAHI, MEDIA3.ID –Maraknya masyarakat yang berjualan diatas trotoar dan bahu jalan di Cimahi, hal itu melanggar aturan dari pemerintah Kota Cimahi.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Kota Cimahi melakukan penertiban dan meminta para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk tidak berjualan pada bahu jalan dan trotoar. Termasuk pedagang yang menggunakan mobil sekalipun.

Sebab, aktivitas berjualan yang mereka lakukan jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi, baik tentang Ketertiban Umum maupun tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

Apa yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Deden Herdiana,

Menurut Deden, mereka (PKL-res) yang berjualan di bahu jalan dan trotoar, itu sudah melanggar perda, “Hal itu secara tegas dilarang untuk berjualan, bila melanggar akan kena sanksi ditertibkan,” tegas Deden Kamis (12/11/2020).

Berdasarkan pantauan dari pihak Satpol-PP, kebanyakan para PKL yang menggunakan mobil untuk lapak berjualan sendiri semakin menjamur di berbagai ruas jalan di Kota Cimahi. Ada sekitar 15 pedagang yang terdata.

Data tersebut dimulai dari Jalan Mahar Martanegara, Jalan Sudirman hingga Jalan Pasar Atas.

Mereka menggunakan bahu jalan dan juga trotoar untuk memarkirkan kendaraannya. Ada yang berjualan buah-buahan, makanan dan sebagainya.

“Jalan di kita hanya segitu-gitu aja, dipakai jualan pakai mobil, ya makin sempit jalannya. Trotoar juga yang harusnya buat pejalan kaki, malah dipakai jualan,” katanya..

Untuk menertibkan para pedagang tersebut,, pihaknya semakin rutin melaksanakan patroli.

Disamping itu pula, Satpol PP telah mendata para pedagang tersebut, kemudian diberikan pembinaan agar tidak berjualan di tempat yang memang tidak diperbolehkan.

Saat pendataan, ungkap Deden, ada berbagai alasan yang disampaikan para pedagang. Seperti ban kendaraannya kempes sehingga tidak bisa dipindahkan. Namun, kata dia, aturan tetap harus ditegakan.

“Apapun alasannya kan tetap melanggar. Kita sanksinya baru ambil timbangan sama KTP, nanti diberikan pembinaan,” .

Dedenpun mengimbau kepada semua PKL untuk tidak berjualan di area yang melanggar. Jika tetap membandel, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

(Sinta/Bagdja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.