Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif Tahun 2020:Cimahi Raih Peringkat Ke 3

  • Whatsapp

Walikota Cimahi (tengah) Ir. H.Ajay Mochamad Priatna sedang melakukan virtual Zoom

CIMAHI, MEDIA3.ID –Dalam Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif Tahun 2020 Kota Cimahi meraih peringkat ke 3.

Kembali Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi, telah memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat.

Kali ini, apresiasi tersebut diberikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Republik Indonesia.

Kota Cimahi jatuh sebagai peringkat ke-3 Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif (APDI) sebagai rangkaian acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-25 Tahun 2020.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil seleksi dan verifikasi dari data dukung pengisian indikator Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) secara daring yang telah diselenggarakan sampai dengan tanggal 11 September 2020, dimana Kota Cimahi berhasul masuk kedalam enam besar finalis untuk kategori kota yag kemudian diundang untuk memberikan paparan di hadapan Tim Juri, sebagai bagian dari proses seleksi untuk menetapkan penerima APDI Tahun 2020.

“Hari ini (kemarin-red) Kemenristek (BRIN) resmi mengumumkan pemenangnya dan Kota Cimahi mendapatkan posisi yang ketiga.

“Terima kasih kepada semua mitra kerja Pemerintah Kota yang sudah membuat beberapa inovasi yang bertujuan bagaimana inovasi ini bisa membantu masyarakat Kota Cimahi,” ujar Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, usai mengikuti Pembukaan Inovasi Indonesia Expo 2020, Artificial Intelligent Summit 2020, dan Pemberian Anugerah Inovasi secara virtual.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Presiden RI Ir. H. Joko WIdodo pada Selasa (10/11) melalui teleconference via aplikasi Zoom.

Dikatakan oleh Ajay, bahwa IDSD merupakan instrument yang diterbitkan oleh Kemenristek/BRIN untuk mengukur peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peranan kepemimpinan daerah dalam memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya.

Keikutsertaan Kota Cimahi dalam kompetisi IDSD pada tahun 2020 ini merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya pada tahun 2019, Kota Cimahi mengajukan 47 inovasi unggulan untuk dijadikan bahan penilaian dan berhasil memperoleh peringkat indeks daya saing tertinggi di Indonesia sehingga berhak mendapatkan Anugrah Budhipraja.

Adapun untuk tahun 2020 ini, Pemkot Cimahi mengajukan 58 inovasi unggulan untuk dijadikan bahan penilaian, dimana 7 (tujuh) diantaranya adalah inovasi unggulan terkait penanganan Covid 19 yang ternyata menjadi salah satu factor penentu hasil akhir penilaian.

“Pencapaian ini sangat bergengsi karena alat ukur yang digunakan adalah alat yang resmi, valid, terstandarisasi dan digunakan oleh semua daerah di Indonesia. Jadi ini real dan terukur,” terang Ajay.

Diakui oleh Ajay, ternyata masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Cimahi terutama untuk memulihkan perekonomian dan menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemik. Untuk itulah, Ajay-pun mendorong seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja sama lebih erat lagi dengan para stakeholders pembangunan kota baik perguruan tinggi lokal, komunitas, maupun pelaku usaha besar dan UKM.

“Harapan ke depan, dengan mendapatkan predikat ketiga ini, semoga inovasi-inovasi yang baru akan kita buat dan laksanakan, yang semata-mata ditujukan buat kepentingan masyarakat Kota Cimahi. Sekali lagi, terima kasih kepada Kemenristek [/BRIN] yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Cimahi,” papar Ajay.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.