Waduk Saguling Surut dan Kering

  • Whatsapp

Ngamprah, media3.id – Waduk Saguling yang berada di Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat tampak kering dan jelas sedimen yang tebal bercampur sampah plastik menjadi pemandangan kurang sedap. Lumpur sendimen yang menutupi setengah lebih lebar waduk bagaikan pulau tak terawat dan sulit tersentuh secara maksimal oleh alat berat jenis excavator, kamis (05/11).

Waduk saguling sangat mengandalkan air dari sungai citarum, meski beberapa hari lalu hujan di sebagian kota dan kabupaten bandung bahkan sempat banjir, namun waduk ini surut. Dansektor 9 Kol Inf Hardian Achmadi menjelaskan, “benar sampah plastik ini tumbuh, karena sampah lama yang tertimbun oleh endapan lumpur dan menyebabkan sendimentasi yang cukup tebal, bahkan sendimen pertahun bisa mencapai 4 meter “ucapnya.

“Di sektor saya, saya sedang prioritaskan sub 1 dan 2 dulu. Sub 1 untuk penimbunan sampah dan sub 2 untuk pengerukan sendimentasi. Kita mengalami kesulitan dalam pengerukannya dan alat berat tidak leluasa, karena lumpur yang dalam bisa menyebabkan alat berat terbalik, kita memikirkan keselamatannya, jadi yang bisa terjangkau dulu kita kerjakan.

Mengenai sampah lama dan baru, masih kata dansektor “kita sudah usahakan dua desa untuk sama – sama membuat TPS3R, hanya saja ada kepala Desa yang kurang proaktif dalam mendukung program citarum harum, padahal kita sudah persiapkan semuanya. Jadi saat ini masih ada sampah yang di bakar sembarangan.

Kesulitannya bila sampah atau lumpur diangkat ke permukaan, kadang kita kesulitan untuk pembuangannya, tapi kita tetap bekerja sesuai dengan tugas yang sudah di amanahkan pada kita selaku satgas citarum, dalam penangan sampah terbilang lamban di kbb ini, apalagi ini cukup luas wilayahnya. Harapan saya kita harus bisa sinergis dan masyarakat sadar akan lingkungan, jangan juga buang sampah sembarangan.

Keringnya waduk saguling, karena Indonesia Power (IP) memang memakai airnya untuk kebutuhan perawatan, dan debit air sungai citarum yang masuk ke saguling terbilang kecil, sehingga tampak seperti saat ini, sampah plastik dan sedimen menjadi pemandangan, semoga waduk cepat dipenuhi air kembali ” tutup Dansektor 9.


(Acep)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *